BALIEXPRESS.ID - Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Badung telah resmi digelar, Rabu (8/10).
Dalam Musda tersebut Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra terpilih secara aklamasi untuk menahkodai partai berlambang beringin di Badung.
Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Badung, dirinya menggantikan I Wayan Suyasa yang mundur dari pencalonan.
Baca Juga: Bobol Dana Rp20 Miliar, Dua Srikandi LPD Beluhu Diringkus Polisi
Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra atau yang akrab disapa Turah Tut mengaku menjadi calon tunggal setelah Wayan Suyasa mengundurkan diri dari pencalonan.
Kemudian ia pun terpilih secara aklamasi untuk mempimpin DPD Partai Golkar Badung dalam lima tahun kedepan.
“Saya mengapresiasi Bapak Wayan Suyasa sebagai senior kami. Kami akan selalu berdiskusi, bersinergi untuk kedepannya membesarkan Partai Golkar,” ujar Turah Tut.
Baca Juga: Rai Mantra Soroti Sanitasi dan Gaji Pegawai SPPG MBG di Denpasar
Pihaknya juga mengapresiasi, kinerja dari Wayan Suyasa yang telah menambah kursi anggota DPRD Baaung.
Terlebih peningkatannya cukup signifikan, yakni dari 7 menjadi 11 kursi di periode 2024-2029.
“Itu kami apresiasi artinya berkat tangan beliau itu di Badung ini kamk bisa menambah 4 dari 7 kursi yang terdapat. Kami sangat mengapresiasi dengan beliau,” paparnya.
Baca Juga: Beri Sambutan Dalam Musda, Wayan Suyasa Pilih Mundur Dari Calon Ketua DPD Partai Golkar
Politisi asal Kerobokan ini memerangkan, tugas sebagai Ketua DPD Partai Golkar Badung bukan lah hal yang mudah.
Terlebih harus mempertahankan prestasi pendahulunya dan meningkatkan ke arah yang lebih baik.
Untuk itu dirinya akan melaksanakan konsolidasi internal terlebih dahulu untuk menyusun program-program kerja.
“Dalam membesarkan partai ini kami akan selalu berkoordinasi. Dalam menjalankan roda organisasi ini, kami ini tidak akan menerapkan one man show. Selalu apa langkah yang kita lakukan, mari kita akan melakukan secara bersama,” jelasnya.
Sementara itu, Wayan Suyasa, dalam sambutannya menyatakan, dalam Musda ini akan dilakukan pemilihan ketua dan pengurus lainnya.
Hanya saja dirinya secara langsung menytakan mundur dari pencalonan, sebelum dinyatakan demisioner.
“Demi menjaga apa yang sudah digariskan, solidaritas dan kesolidan Organisasi Partai Golkar di Badung. Titiyang ataupun saya, Wayan Suyasa tidak akan maju lagi sebagai (calon) Ketua BPD Golkar Badung,” tegasnya.
Hal ini disampaikan lantaran dirinya ingin mengikuti keinginan pemilik suara untuk adanya perubahan.
Mantan Wakil Ketua DPRD Badung berharap DPD Partai Golkar Badung dapat lebih baik dari lima tahun sebelumnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga