BALIEXPRESS.ID – Keterlibatan tokoh Puri Ubud, Tjokorda Raka Kerthyasa atau yang akrab disapa Cok Ibah, dalam dunia politik kembali menguat.
Mantan Anggota DPRD Bali dari Fraksi Golkar ini didaulat menjadi Sekretaris Dewan Pertimbangan (Wantimbang) DPD I Partai Golkar Bali periode 2025–2030.
Penunjukan Cok Ibah bukan semata langkah politik, melainkan juga simbol hadirnya kembali nilai-nilai tatwam asi dan kebijaksanaan puri di tubuh partai beringin.
Ketua Wantimbang DPD I Golkar Bali, I Dewa Made Widiasa Nida, menyebut sosok Cok Ibah memiliki kapasitas moral dan ketokohan yang mampu menjaga keseimbangan arah politik partai di tengah dinamika yang terus berubah.
“Beliau figur yang memiliki pengalaman panjang dan jiwa pengayom. Keberadaannya penting sebagai penuntun bagi kader muda agar semangat regenerasi tetap diimbangi kebijaksanaan,” ujar Dewa Nida di sela Musda XI DPD II Partai Golkar Gianyar, Senin (13/10/2025).
Menurut Dewa Nida, kehadiran tokoh-tokoh puri seperti Cok Ibah akan menjadi penyejuk di tengah atmosfer politik yang kian kompetitif. Ia menilai, partai besar seperti Golkar memerlukan figur yang tidak hanya memahami strategi politik, tetapi juga memiliki landasan nilai dan budaya kuat.
Selain Cok Ibah, sejumlah nama senior juga dipercaya masuk Wantimbang Golkar Bali, seperti Gede Wiratha, Wayan Warsa T. Buana, Dauh Wijana, Dewa Made Budiasa, Wayan Durna, dan Anak Agung Ayu Suryaningsih. Kehadiran mereka diharapkan memperkuat sinergi antar generasi dan menjaga soliditas internal partai menuju agenda politik mendatang.
Sementara itu, Cok Ibah sendiri menegaskan bahwa langkahnya bergabung di Wantimbang adalah bentuk pengabdian, bukan ambisi politik.
“Ya kita siap. Ini bukan soal jabatan, tapi semangat pengabdian pada negara dan daerah lewat lembaga politik. Dalam kondisi seperti sekarang, persahabatan harus diperkuat, bukan permusuhan,” ujar tokoh yang juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan budaya di Gianyar ini.
Ia menambahkan, Partai Golkar memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan politik di Bali, terlebih di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks. Karena itu, ia mengajak seluruh kader partai untuk terus mengedepankan dialog dan kerja sama lintas partai demi kemajuan daerah.
“Kita harus membangun dengan hati, dengan kebersamaan. Politik bukan soal menang atau kalah, tapi bagaimana menjaga harmoni masyarakat,” tandasnya.
Dengan masuknya Cok Ibah di jajaran Wantimbang, Partai Golkar Bali dinilai semakin mempertegas komitmennya pada politik kebijaksanaan—politik yang mengedepankan keseimbangan, nilai budaya, dan pengabdian bagi masyarakat Bali. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana