Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Indonesia Bergabung dengan Board of Peace, Perkuat Diplomasi Internasional untuk Dukung Palestina

I Putu Suyatra • Selasa, 10 Maret 2026 | 11:59 WIB

Muhaimin Iskandar selaku Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Muhaimin Iskandar selaku Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat

BALIEXPRESS.ID– Pemerintah Indonesia terus memperkuat diplomasi internasional dengan bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Langkah ini dinilai sebagai strategi penting untuk memperluas dukungan global terhadap perjuangan rakyat Palestina sekaligus memastikan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Gaza dapat tersalurkan lebih efektif.

Muhaimin Iskandar selaku Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace bertujuan membuka jalur diplomasi baru agar bantuan kemanusiaan Indonesia untuk Gaza dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan tanpa banyak hambatan.

“BoP ataupun langkah-langkah diplomasi global yang dilakukan Presiden adalah upaya untuk memaksimalkan peran Indonesia. Jika bantuan ke Gaza sering terhambat, maka kita harus mencari pintu-pintu diplomasi agar bantuan itu bisa tepat sasaran dan masuk,” ujar Muhaimin di Jakarta.

Menurutnya, berbagai upaya diplomasi global Indonesia selama ini juga diarahkan untuk memastikan distribusi bantuan kemanusiaan berjalan lebih efektif. Ia menilai keterlibatan Indonesia dalam forum internasional seperti BoP akan membuka ruang koordinasi yang lebih luas dengan berbagai negara dalam membantu masyarakat Palestina.

Selain itu, pemerintah juga aktif melakukan diplomasi bilateral dan multilateral dengan para pemimpin dunia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Indonesia untuk membuka akses seluas-luasnya bagi penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Muhaimin mengungkapkan bahwa selama ini masih terdapat hambatan dalam distribusi bantuan kemanusiaan. Bahkan, ia menyebut tidak semua bantuan yang dikirim dapat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Ada indikasi bantuan yang kita bawa itu tidak sampai 30 persen yang sampai ke masyarakat. Sebagian lainnya terhambat dalam proses penyaluran,” jelasnya.

Selain menunjukkan solidaritas kemanusiaan, langkah diplomasi tersebut juga mempertimbangkan kepentingan nasional Indonesia, termasuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika geopolitik global.

“Yang utama tentu kepentingan nasional, sehingga industri kita tetap berjalan dan ekspor Indonesia tetap terjaga,” tambahnya.

Sementara itu, Peneliti Senior dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, menilai langkah Presiden yang melibatkan tokoh agama serta organisasi masyarakat Islam dalam pembahasan keanggotaan Indonesia di Board of Peace merupakan pendekatan positif dalam sistem demokrasi.

Ia menilai dukungan dari berbagai tokoh masyarakat menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menjalankan peran diplomasi di forum internasional tersebut.

“Dukungan itu tentu menjadi modal penting bagi Presiden dalam menjalankan keanggotaan Indonesia di BoP,” ujarnya.

Dengan dukungan berbagai elemen masyarakat serta penguatan diplomasi Indonesia di tingkat global, Indonesia diharapkan dapat memainkan peran lebih besar dalam mendorong perdamaian dunia sekaligus memperkuat dukungan internasional bagi kemerdekaan Palestina.

Editor : I Putu Suyatra
#muhaimin iskandar #BOP