BALIEXPRESS.ID – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat perbaikan ekonomi nasional sekaligus memastikan aspirasi mahasiswa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses evaluasi kebijakan. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, masukan yang disampaikan mahasiswa merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa dan layak mendapat apresiasi. Menurutnya, pemerintah dan mahasiswa memiliki tujuan yang sama, yaitu memperkuat perekonomian nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Semangat yang disampaikan adik-adik mahasiswa adalah bagaimana kita bersama-sama bekerja keras untuk memperbaiki kondisi ekonomi,” ujar Prasetyo.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas berbagai aksi mahasiswa yang menyoroti kondisi ekonomi dan mendorong pemerintah mempercepat langkah-langkah pemulihan. Prasetyo menegaskan pemerintah memahami harapan masyarakat agar perbaikan ekonomi dapat segera dirasakan.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penyelesaian berbagai persoalan ekonomi memerlukan proses karena dipengaruhi oleh banyak faktor, baik dari dalam negeri maupun kondisi global.
“Pemerintah terus bekerja agar perbaikan yang dilakukan dapat dirasakan masyarakat,” katanya.
Untuk mendukung percepatan tersebut, pemerintah terus memperkuat sinergi antarkementerian dan lembaga agar kebijakan yang diambil berjalan lebih efektif dan saling mendukung. Koordinasi itu meliputi kebijakan fiskal, moneter, investasi, sektor industri, hingga penciptaan lapangan kerja.
Menurut Prasetyo, ketidakpastian ekonomi global menuntut respons yang terintegrasi sehingga penyelesaiannya tidak dapat dilakukan secara parsial.
“Dengan koordinasi yang erat, intens, dan kebijakan yang saling memperkuat, kami yakin berbagai permasalahan dapat diatasi,” tegasnya.
Selain fokus pada perbaikan ekonomi, pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh jajaran pemerintah tetap terbuka terhadap kritik dan masukan dari publik.
“Kami diperintahkan oleh Pak Presiden untuk terus membuka dialog. Menerima kritik dan ya dikritik langsung di depan kami,” ujar Budiman.
Ia menilai dialog menjadi bagian penting dalam demokrasi karena membuka ruang pertukaran gagasan sekaligus mendorong penyempurnaan kebijakan publik.
“Kami selalu aktif, tidak akan menghentikan itu, tetap akan kami lakukan. Karena memang itu tradisi yang bagus dalam demokrasi,” katanya.
Komitmen mendengar aspirasi mahasiswa juga ditunjukkan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menerima langsung perwakilan mahasiswa untuk berdialog. Dalam pertemuan tersebut, Gibran mengapresiasi sikap kritis mahasiswa sebagai bagian dari pengawasan dan evaluasi terhadap jalannya pemerintahan.
“Saya terima kasih sekali dapat masukan-masukan. Sampaikan saja. Saya senang, ini mahasiswa kritis, ikut mengevaluasi, ikut memberikan saran,” ujar Gibran.
Koordinator Aksi Mahasiswa Abdi Maludin mengatakan berbagai aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut mendapat perhatian langsung dari Wakil Presiden. Menurutnya, sejumlah poin tuntutan mahasiswa dicatat sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan kebijakan pemerintah ke depan.
“Pun respons dari pihak-pihak tentunya Bapak Wapres sangat baik. Dia catat hasil dari tuntutan-tuntutan kami dengan buku kecilnya tadi, catat poin-poinnya yang harus Bapak Wapres itu ke depannya untuk memperbaiki dan mengevaluasi segala bentuk yang janggal di negara hari ini,” kata Abdi.
Editor : I Putu Suyatra