BALIEXPRESS.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan seluruh aspirasi masyarakat memiliki nilai yang sama dalam proses penyusunan kebijakan pemerintah. Baik masukan dari mahasiswa, akademisi, maupun warga desa, seluruhnya akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam mencari solusi atas berbagai persoalan bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026 di Jakarta. Dalam kesempatan itu, ia mengaku telah menerima berbagai usulan dan pertanyaan dari peserta sarasehan yang akan dipelajari serta ditindaklanjuti secara bertahap.
"Saya menerima daftar usulan dan daftar pertanyaan yang tadi disampaikan, cukup banyak. Saya janji satu per satu akan saya perhatikan," ujar Presiden Prabowo.
Presiden menegaskan pemerintah tidak hanya mendengarkan pandangan para profesor dan akademisi, tetapi juga membuka ruang bagi aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk media sosial.
"Jangankan usul dari profesor, usul dari anak di desa yang sampai langsung ke saya lewat TikTok pun segera saya tindak lanjuti," kata Prabowo.
Menurut Presiden Prabowo, negara yang maju adalah negara yang berani mengidentifikasi setiap persoalan, mengakui kekurangan, dan bersama-sama mencari solusi demi kepentingan masyarakat.
"Negara yang sukses adalah negara yang berani mengetahui kekurangan, mencari persoalan, lalu mengatasinya," tegasnya.
Komitmen Presiden Prabowo dalam membuka ruang dialog dengan masyarakat mendapat apresiasi dari Direktur Eksekutif Kata Rakyat, Alwan Ola Riantobi. Menurutnya, sikap pemerintah yang bersedia menerima demonstrasi mahasiswa dan membuka komunikasi secara langsung menunjukkan komitmen terhadap prinsip demokrasi yang sehat dan terbuka.
"Demonstrasi itu bagus untuk negara demokrasi. Hal yang perlu diapresiasi kepada pemerintah adalah mau menerima dan membuka dialog dengan demonstran. Hal itu menunjukkan pemerintahan Pak Prabowo demokratis dan tidak antikritik," kata Alwan.
Ia menambahkan, keterbukaan pemerintah juga terlihat dari kesediaannya menerima masukan dari para ahli ekonomi, akademisi, hingga masyarakat dalam merespons berbagai tantangan ekonomi nasional. Salah satunya melalui evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.
Menurut Alwan, keterbukaan terhadap kritik dan aspirasi publik menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Dengan terus membuka ruang dialog, menerima kritik yang konstruktif, serta melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa setiap aspirasi masyarakat, baik dari mahasiswa, akademisi, maupun warga desa, memiliki peran penting dalam mewujudkan pembangunan yang lebih responsif, inklusif, dan memperkuat kualitas demokrasi Indonesia.
Editor : I Putu Suyatra