BALIEXPRESS.ID - DPD Partai Golkar Kabupaten Badung kini terus menggeber mesin partai hingga tingkat bawah melalui konsolidasi internal.
Hal ini dilakukan untuk membidik kader-kader dari generasi muda yang berpotensi mendulang suara.
Terlebih dalam kontestasi politik berikutnya akan lebih banyak pemilih dalam kelompok usia muda dan milenial.
Baca Juga: Hingga Triwulan III 2026, Masyarakat Badung Terbanyak Tercatat dalam Desil 6-10
Selain itu konsolidasi juga dilakukan untuk mencegah berpindah haluan ke partai politik lain.
Ketua DPD Golkar Badung, Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra mengatakan, konsolidasi menjadi langkah awal yang dilakukan setelah dirinya terpilih secara aklamasi dalam Musda.
Konsolidasi akan dilakukan berdasarkan data struktur kepengurusan yang ada, mulai dari pengurus yang masih aktif maupun yang sudah tidak aktif.
Baca Juga: 14.100 Pelari dari 46 Negara Ramaikan Maybank Marathon 2026 di Bali
"Kita melakukan konsolidasi internal ke bawah, berbasis data struktur kepengurusan yang ada. Kita punya data pengurus lama, nanti kita diskusikan apakah ada yang aktif dan nonaktif," ujar Nadi Putra, Rabu (26/8).
Politisi yang akrab disapa Turah Tut menerangkan, kader yang masih aktif akan tetap dirangkul dan diajak duduk bersama untuk membesarkan Partai Golkar di Badung.
Konsolidasi juga tidak hanya menyasar struktur kepengurusan, tetapi juga pengurus PD, PK, pleno hingga kader yang berada di fraksi.
Baca Juga: Docking KMP Nusa Jaya Abadi Rp3,6 Miliar, Klungkung Incar Kapal Baru
Selain memperkuat kader lama, Golkar Badung juga mulai membidik kader-kader potensial dari kalangan generasi muda.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat komposisi pemilih pada Pemilu mendatang semakin didominasi kelompok milenial dan pemilih muda.
"Jadi saat ini kita sudah mulai solidkan lagi. Kita juga akan mencari kader-kader yang potensial, termasuk itu dari kalangan kaum milenial," ungkap Wakil Ketua DPRD Badung tersebut.
Turah Tut menyatakan, berdasarkan data statistik kependudukan, pemilih milenial memiliki porsi cukup besar pada pemilu mendatang, yani sekitar 53 persen.
Untuk itu, Golkar Badung tidak ingin hanya mempertahankan kader yang ada, tetapi juga melakukan regenerasi dengan membuka ruang bagi generasi muda potensial untuk masuk dan berproses di partai.
Konsolidasi tersebut diharapkan mampu menjaga soliditas internal sekaligus memperkuat basis Golkar hingga tingkat akar rumput.
"Dengan demikian, kader yang selama ini menjadi bagian dari struktur partai tetap memiliki ruang untuk berkontribusi dalam membesarkan Golkar Badung," jelas politisi asal Kerobokan tersebut. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga