Zulhas Berseloroh di HUT PAN ke-28: Saya dan Bahlil Batal Nyapres, Cak Imin Masih Mikir-Mikir

I Putu Suyatra • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 07:04 WIB
Presiden Prabowo Subianto bersama Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menghadiri perayaan HUT ke-28 PAN di JICC, Jakarta, Jumat (18/9/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Presiden Prabowo Subianto bersama Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menghadiri perayaan HUT ke-28 PAN di JICC, Jakarta, Jumat (18/9/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) 

BALIEXPRESS.ID - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas), melontarkan gurauan politik hangat saat menghadiri peringatan HUT ke-28 PAN di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Jumat (18/9) malam.

Di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Zulhas menyinggung peta komitmen politik para ketua umum partai koalisi pendukung pemerintah.

Gurauan Komitmen Politik Zulhas, Bahlil, dan Cak Imin

Dalam pidatonya, Zulhas menegaskan kesetiaannya bersama Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) untuk mendukung penuh visi kepemimpinan Presiden Prabowo.

"Pak Presiden, sebenarnya Gus Muhaimin, Pak Bahlil, kami sama, Pak, pendukung cita-cita Bapak Prabowo. Cuma bedanya sedikit, Pak Bahlil sama saya mungkin enggak nyapres. Kalau Pak Muhaimin masih mikir-mikir, Pak," ujar Zulhas yang disambut tawa para hadirin.

Sebagaimana diketahui pada Pilpres 2024 lalu, PAN dan Golkar konsisten berada di barisan pendukung Prabowo Subianto. Sementara itu, Cak Imin sempat berlaga sebagai calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan sebelum akhirnya merapat mendukung pemerintahan.

Penegasan Loyalitas PAN untuk Presiden Prabowo

Menteri Koordinator Bidang Pangan tersebut juga menyampaikan apresiasi mendalam atas hadirnya Presiden Prabowo yang dinilainya tidak pernah absen dalam setiap agenda besar PAN.

Zulhas memaparkan bahwa tanggung jawab mengemban jabatan ketua umum partai politik saja sudah sangat berat, terlebih tugas seorang kepala negara. Karena itu, ia dan Bahlil sepakat untuk terus mengawal kepemimpinan Prabowo.

"Pak Bahlil, jadi ketum ini berat juga ya. Ketum partai berat, apalagi jadi Presiden. Jadi saya kira saya dan Pak Bahlil sepakat, Presiden biar Pak Prabowo saja ya, Pak. Cocok?" pungkas Zulhas.

Editor : I Putu Suyatra
Sumber : Jawa Pos
pan Prabowo zulkifli hasan