Sentil 'Pakar Jadi Goblok', Prabowo Buka Suara Soal Fitnah dan Janji Kesejahteraan Rakyat

I Putu Suyatra • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 07:11 WIB

 

Pidatpo Presiden Prabowo Subianto saat perayaan HUT ke-28 PAN di JICC, Jakarta, Jumat (18/9/2026). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Pidatpo Presiden Prabowo Subianto saat perayaan HUT ke-28 PAN di JICC, Jakarta, Jumat (18/9/2026). (Dery Ridwansah/JawaPos.com) 

BALIEXPRESS.ID - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kritik pedas terhadap sejumlah figur yang kerap melontarkan tudingan tanpa dasar di publik. Hal tersebut disampaikannya saat berpidato dalam peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18/9).

Di hadapan para kader PAN, Prabowo menyentil pihak-pihak yang menyalahgunakan kapasitas keilmuannya hingga bertindak di luar batas kejujuran akademis.

Sentilan Pedas Soal 'Pakar Goblok' dan Fitnah

Dalam pidatonyo, Prabowo menyoroti krisis kejujuran intelektual yang dinilainya melanda sebagian pengamat dan pakar.

"Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya jadi goblok. Ini masalahnya di tengah kawan-kawan sejati," tegas Prabowo.

Prabowo mengaitkan tudingan tanpa dasar tersebut dengan ajaran moral dan keagamaan. Mengingat PAN memiliki basis agamis, ia mengutip prinsip Al-Qur'an (Surah Al-Baqarah ayat 191) terkait bahaya fitnah bagi stabilitas bangsa.

Ia menilai status akademis semestinya digunakan untuk memberikan edukasi objektif, bukan justru menebar tuduhan yang menguntungkan pihak luar. Meski mengaku telah mengantongi nama-nama figur yang dimaksud, Prabowo memilih untuk fokus pada agenda besar nasional.

"Ada beberapa pakar, saking pakarnya dia melontarkan fitnah. Tapi sudahlah, kita bangsa besar, kuat, saya pun mencatat saja," tambahnya.

Pentingnya Kejujuran Intelektual dan Sumpah Pengabdian

Prabowo menekankan bahwa seorang cendekiawan sejati wajib memiliki intellectual honesty atau kejujuran intelektual, serta teguh membela kepentingan nasional alih-alih mengabdi pada agenda asing.

Menjelang akhir pidatonya, Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmen tunggalnya untuk memimpin Indonesia menuju kemandirian pangan dan bebas dari kemiskinan ekstrem:

  • Pemberantasan Stunting: Memastikan pemenuhan gizi anak-anak Indonesia agar mampu bersaing secara global tanpa kendala tumbuh kembang.

  • Akses Kesehatan & Pendidikan: Menjamin tidak ada orang tua yang kebingungan saat anak sakit serta memastikan seluruh anak berangkat sekolah dalam keadaan cukup makan.

  • Kesejahteraan Merata: Mewujudkan Indonesia sebagai negara terhormat yang terbebas dari kelaparan.

"18 tahun saya siap mati untuk negara ini. Saya ingin membela bangsa saya untuk melihat suatu saat Indonesia terhormat... Saya bersumpah untuk melihat Indonesia sejahtera. Itu sumpah saya," pungkas Prabowo.

Editor : I Putu Suyatra
Sumber : Jawa Pos
pan Prabowo Subianto