BALIEXPRESS.ID- Peta politik di Kabupaten Karangasem, Bali, mengalami perubahan signifikan menjelang Pilkada 2024.
Hal ini terjadi setelah DPP Partai Gerindra mengeluarkan rekomendasi bagi pasangan calon (paslon) I Gede Dana dan I Nengah Swadi untuk memimpin Karangasem.
Sebelum rekomendasi tersebut dikeluarkan, Partai Gerindra sempat dikabarkan akan berkoalisi dengan partai lain di luar PDIP.
Namun semua berubah ketika Gerindra secara resmi memberikan rekomendasi kepada Dana-Swadi pada Minggu (11/8/2024).
Sebelum mendapatkan dukungan dari Gerindra, paslon Dana-Swadi telah terlebih dahulu mengantongi rekomendasi dari PDIP.
Rekomendasi dari Gerindra untuk Dana-Swadi telah diserahkan bersamaan dengan dukungan untuk paslon di beberapa kabupaten lain di Bali.
Ketua DPD Gerindra Bali Made Muliawan Arya menegaskan bahwa semua nama calon yang direkomendasikan telah mendapat persetujuan dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
"Memang ada beberapa opsi atau pilihan dari beberapa nama, namun paslon yang muncul inilah yang diputuskan oleh DPP, dan sudah direstui oleh presiden terpilih, Prabowo Subianto,” kata Made Muliawan Arya, yang akrab disapa De Gadjah.
Dengan keputusan Gerindra tersebut, kekuatan Dana-Swadi di DPRD Karangasem bertambah.
Berdasarkan perolehan kursi PDIP dan Gerindra dari hasil Pileg 2024, posisi Dana-Swadi semakin kuat, dengan menguasai sekitar 53,33 persen kursi DPRD Karangasem.
Menurut data, terdapat 45 kursi di DPRD Karangasem. Dari jumlah tersebut, PDIP berhasil memperoleh 15 kursi dan keluar sebagai pemenang.
Sementara itu, Gerindra berhasil merebut 9 kursi, menjadikannya partai dengan kursi terbanyak kedua setelah PDIP. (*)
Editor : I Made Mertawan