Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hasto Desak KPK Periksa Keluarganya, Jokowi Respons Tertawa dan Minta Buktikan

Wiwin Meliana • Sabtu, 22 Februari 2025 | 16:40 WIB

Respons Jokowi terkait permintaan Hasto Kristiyanto yang meminta KPK periksa keluarganya
Respons Jokowi terkait permintaan Hasto Kristiyanto yang meminta KPK periksa keluarganya

BALIEXPRESS.ID-Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) merespons dengan tawa terbahak-bahak terhadap pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa dirinya.

 Pernyataan Hasto tersebut dilontarkan pada Kamis (20/2) setelah dirinya ditahan KPK terkait kasus dugaan suap Harun Masiku.

Baca Juga: Kecelakaan Maut Motor Hantam Truk Tronton saat Hindari Jalan Bergelombang, Satu Orang Tewas

Jokowi menanggapi santai pernyataan Hasto dengan mengatakan bahwa jika ada fakta atau bukti hukum yang menyeretnya, dirinya tidak akan menghalangi proses hukum yang dilakukan oleh aparat penegak hukum.

"Hehehehehe. Ya kalau ada fakta hukum, ada bukti hukum, ya silakan," ujar Jokowi di kediaman pribadinya di Sumbar, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (21/2/2025).

Jokowi menegaskan, jika ada bukti yang mengarah kepada dirinya, maka ia siap untuk diperiksa oleh KPK.

Baca Juga: Said Abdullah Minta Jokowi Tak Ikut Campur, Terkait Instruksi Megawati Soal Retret Magelang

Meski pernyataan Hasto sempat menjadi perhatian publik, Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan adanya tudingan atau keterkaitan dirinya dengan kasus hukum, asalkan hal tersebut dapat dibuktikan dengan fakta yang jelas.

"Ya sudah sering kan pernyataan seperti itu. Masa saya ulang-ulang terus. Kalau ada bukti hukum, ada fakta hukum, silakan," tegasnya.

Sebelumnya, dalam sebuah kesempatan, Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa dirinya berharap KPK dapat memeriksa Presiden Jokowi dan keluarganya.

Menurut Hasto, momen penahanan dirinya oleh KPK adalah saat yang tepat untuk menegakkan hukum tanpa kecuali, termasuk memeriksa Presiden Jokowi.

Baca Juga: PDIP 'Boikot' Retret Kepala Daerah di Magelang, Jokowi; Harusnya Hadir Urusan Pemerintahan

"Semoga ini menjadi momentum bagi Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menegakkan hukum tanpa kecuali termasuk memeriksa keluarga Pak Jokowi, trimakasih, merdeka," ujar Hasto saat hendak memasuki mobil tahanan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Kamis (20/2).

Pada hari yang sama, KPK resmi menahan Hasto Kristiyanto setelah menjalani pemeriksaan selama lebih dari delapan jam.

 Hasto menyampaikan bahwa dirinya bersikap kooperatif dalam menjalani proses hukum yang berlaku.

"Kepada seluruh masyarakat Indonesia yang saya cintai dan banggakan, terima kasih, hari ini saya telah kooperatif memenuhi tanggung jawab sebagai warga negara Republik Indonesia, mengikuti proses pemeriksaan sebagai tersangka," ujar Hasto sebelum memasuki mobil tahanan.

Baca Juga: Di Tengah Dinamika Ekonomi Global, Himbara Cetak Kinerja Solid dengan Tata Kelola yang Baik

Kasus yang melibatkan Hasto ini berkaitan dengan dugaan suap terkait penetapan anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024, yang melibatkan Harun Masiku dan beberapa pihak lainnya.

Kini, masyarakat dan para pengamat politik menunggu perkembangan lebih lanjut terkait kasus ini dan apakah pernyataan Hasto akan berlanjut menjadi langkah hukum yang lebih lanjut terhadap Presiden Jokowi atau pihak-pihak lainnya.

 

 

Editor : Wiwin Meliana
#jokowi #respons #kpk #Desak #Hasto Kristiyanto