Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Made Andhika Wijaya; Demi Nama Bali dan Masukan Langsung dari Sang Ayah

I Putu Suyatra • Senin, 18 April 2022 | 03:27 WIB
Made Andhika Wijaya (BALI UNITED FOR BALI EXPRESS)
Made Andhika Wijaya (BALI UNITED FOR BALI EXPRESS)
DENPASAR, BALI EXPRESS - Nama Andhika Wijaya tentu tak asing di telinga pecinta Bali United. Putra asli daerah ini bisa dibilang pemain Bali yang paling sukses di kancah liga profesional di negeri ini. Andhika satu dari dua pemain asli Bali yang berhasil merasakan juara liga secara beruntun.

Satu nama lain yang merupakan putra asli daerah adalah Kadek Agung Widnyana. Namun, Kadek Agung jarang mendapat kesempatan bermain dibanding Andhika. Posisi dan persaingan membuat keduanya mendapat jatah bermain berbeda. Andhika yang beroperasi di bek sayap kanan seperti tak tergantikan saat ini, sedangkan Kadek Agung harus bersaing dengan pemain lebih senior serta memiliki jam terbang tinggi di posisi gelandang.

Andhika Wijaya sendiri amat bersyukur bisa meraih gelar juara dua kali beruntun ini. Tentu ada rasa bangga yang didapatkannya, terlebih sebagai pemain asli Bali. "Pasti sangat bersyukur sebagai orang Bali asli, saya bisa bantu Bali United juara dua kali beruntun," ujar Andhika.

Dan yang paling penting diutarakannya yaitu sebagai pemain asli Bali, ia tentunya tak ingin membuat malu Bali. "Itu jadi salah satu motivasi tinggi saya untuk berbenah di Liga 1 lalu. Saya ingin orang Bali juga bisa mendapatkan tempat di skuad utama Bali United," tegas putra dari Made Pasek Wijaya ini.

Sebagai pemain muda, Andhika juga kerap sharing dengan ayahandanya dan sering terlibat latihan dengan tim muda Bali United yang notabene sedang ditangani Pasek Wijaya.

"Jaga fisik, tingkatkan kemampuan dan jangan cepat berpuas diri. Itu pesan ayah kepada saya," serunya.

Sebagai bek sayap kanan, posisi ini sebenarnya amat krusial. Selain harus memiliki fisik yang prima dengan determinasi yang tinggi, insting bertahan dan menyerang harus dimilki. Tak ayal, benturan kerap ditemui oleh seorang bek sayap. Ia juga berbenah dan belajar dari pengalaman sebelum tampil di Liga 1 musim 2021/2022 lalu.

Di Piala Menpora 2021 lalu, atau turnamen sebelum kompetisi musim 2021/2022 dimulai, Andhika mendapat banyak cibiran karena mendapat dua kartu merah. Dari sana, ia mulai belajar dan mengasah diri untuk menahan emosi serta meningkatkan peforma. Hasilnya, dari 30 kali penampilan di Liga 1 musim lalu, ia hanya mendapat 2 kartu kuning. Positifnya, Andhika juga sempat menciptakan dua asisst.

Lantas bagaimana rencana dan target untuk musim depan? Andhika mengaku bahwa persaingan semakin ketat, apalagi beban sebagai juara beruntun. Belum lagi tim rival sudah mulai membangun tim dari sekarang, termasuk tiga tim promosi yang bisa saja menjadi kuda hitam.

"Tetap hormati tim lawan. Tapi kami di Bali United harus terus mencoba dan berbenah agar tetap bisa bersaing di papan atas. Target saya pribadi, harus bisa meningkatkan performa terbaik di setiap pertandingan agar jauh lebih baik," tandasnya. Editor : I Putu Suyatra
#bali united #Andhika Wijaya