Pada usianya yang kini menginjak 82 tahun, dia diketahui hidup di sebuah panti jompo, Panti Wreda Karitas, Cimahi, Jawa Barat. Pada era 70-an, Indonesia mempunyai pembalap motor GP yang pernah berlaga di banyak sirkuit dunia, seperti Italia, Jepang, Jerman, Singapura serta meraih juara dunia di Grand Prix Macau.
Kecintaan Tjetjep terhadap balap motor sudah terlihat sejak usia anak-anak. Pada usia 13 tahun, secara otodidak ia mulai belajar banyak hal untuk mengasah kemampuan balapnya. Konon ia pernah belajar tentang mesin motor ke Jerman dan Italia.
Tjetjep mengaku sudah meraih ratusan medali selama berkarier di dunia balap motor. Namun, semangat dan kegigihannya untuk berprestasi di dunia balap motor harus terhenti pada 1974. Saat itu, ia terpaksa gantung helm di usia 35 tahun akibat kecelakaan di ajang moto GP Batu Tiga, Kuala Lumpur, Malaysia yang mengakibatkan cedera parah di bagian kaki.
Menurutnya, pada era tersebut, pembalap-pembalap motor Indonesia selalu diperhitungkan negara lain. Bahkan, pada tahun 1970-an, di Asia Tenggara, pembalap Indonesia paling ditakuti karena kemampuan dan keberaniannya.
Di balik prestasinya yang pernah membawa nama harum Indonesia dalam ajang bergengsi bertaraf intenasional, kini Kang Cecep, sapaannya, tinggal di Panti Jompo dengan kesejahteraan yang kurang.
Meski tak lagi bisa memacu motornya di sirkuit, ia tetap menunjukkan kecintaannya pada dunia balap motor. Ia masih mengikuti perkembangan dunia balap “kuda besi” hingga kini. Mulai dari pembalap yang beradu cepat di MotoGP, perkembangan mesin motor balap hingga perkembangan setiap sirkuit yang ada di dunia, termasuk Mandalika.
Saat mengetahui pada Maret 2022, Indonesia menjadi tuan rumah ajang moto GP, ia mengaku sempat terkenang ketika dirinya dalam masa kejayaannya sebagai pembalap. Bahkan ia sangat berkeinginan untuk melihat secara langsung kemampuan pembalap internasional dalam menguasai sirkuit Mandalika.
Hingga akhirnya, keinginan Cecep untuk melihat balap motor di sirkuit Mandalika diwujudkan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang mengajak dia menonton secara langsung beberapa waktu lalu. Editor : Nyoman Suarna