Dua pasangan itu rencananya tampil di turnamen Indonesia International Series (20—25 September) dan Vietnam Open (27 September—2 Oktober).
Pelatih Reza, Andrei Adistia menceritakan bahwa awal mula Reza diduetkan dengan Melati karena dirinya dihubungi Vita Marissa yang melatih Melati di PB Djarum. Hal itu tak terlepas dari kondisi Praveen Jordan yang menjadi pasangan Melati. Praveen masih mengalami cedera saraf terjepit. Pasangan itu akhirnya terhenti di babak 16 besar Indonesia Open pada 16 Juni.
Lantaran waktu yang sudah lama, Melati harus dicarikan partner baru untuk tetap bisa menjaga performanya. Tujuannya, ketika Praveen sudah bisa tampil, dia tinggal mengasah kembali chemistry.
Andrei memberi tahu Reza atas tawaran tersebut. Dia juga memberikan apa saja konsekuensi yang harus diterima. “Kalau mau menyanggupi harus komitmen karena bermain rangkap. Jadi, pasti lebih capek dan berat latihannya. Harus lebih dari biasanya,” ungkapnya saat diwawancarai Jawa Pos.
Reza juga masih aktif berpasangan dengan Sabar. Tahun ini prestasinya cukup bagus dengan berhasil masuk semifinal Singapore Open 2022. Namun, ambisi ke final dikalahkan Fajar Alfian/Rian Ardianto dengan skor 11-21, 7-21.
Andrei menyebutkan, sejauh ini, Reza/Melati sudah menjalani latihan bersama. Disinggung soal harapan, dia berharap pasangan tersebut bisa nyetel di Indonesia International Series dengan menapaki semifinal. Sebab, pengalaman keduanya cukup mumpuni.
Di babak 32 besar, mereka bakal menghadapi Yehezkiel Fritz Mainaky/Lyanny Alessandra Mainaky. Adapun di Vietnam Open, Reza/Melati punya kans berhadapan dengan pasangan pelatnas Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati di perempat final. ”Ya, saya harap mereka bisa fight lah,” ujarnya. (jpg/wan)
Editor : I Komang Gede Doktrinaya