“Nah jika saat match nanti hujan, air pasti jatuh ke lapangan. Genangannya bukan mengganggu lagi, tapi match bisa dihentikan,” ujar Technical Delegate (TD) futsal Porprov Bali XV/2022, Nasser Attamimy saat ditemui di KONI Bali, Kamis (27/10).
Kata Nasser yang juga pengurus Asprov PSSI Bali ini, selain atap yang bocor itu lapangan juga mengalami kendala, di mana di bagian timur di dekat gawang papannya menonjol. Kendala ini memang bisa saja diatasi tapi kembali ke faktor utamanya adalah hujan.
“Kalau lapangan bisa diperbaiki, itu pun tidak terlalu rumit. Nah masalah atap ini yang jadi kekhawatiran kami. Kalau diperbaiki butuh waktu apalagi Porprov Bali sudah kian dekat,” jelas Nasser.
Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan KONI Bali terkait hal ini termasuk opsi pemindahan venue ke lapangan futsal yang sebenarnya. Hanya saja keputusannya belum final.
“Memang sempat kami singgung soal ini. Venue boleh dipindah tapi harus di satu kabupaten atau kota. Karena venue awal ada di Kota Denpasar, mau tidak mau harus mencari lapangan di Denpasar juga. Kalau bisa dipindah ke lain kabupaten, ada keinginan dipertandingkan di Jembrana atau Buleleng,” bebernya.
Nasser berharap ada kejelasan sampai awal bulan depan mendatang. Pasalnya pada 6 November 2022, technical meeting (TM) sudah dilakukan. Terutama penentuan opsi lapangan cadangan, mengingat harus booking terlebih dahulu. “Kalau menggunakan lapangan khusus futsal tidak ada verifikasi lagi karena sudah standar. Tapi itu milik swasta makanya harus dibooking dulu,” tegasnya.
Mengenai pertandingan nanti cabor futsal diikuti oleh 8 tim. Untuk umur pemain maksimal kelahiran 2002 dan minimal kelahiran 2005.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya