Dalam laga 'All Indonesian Final' itu, Jonatan keluar sebagai pemenang dengan mengalahkan Chico Aura Dwi Wardoyo dalam dua gim langsung 21-15, 21-13. Kemenangan Jonatan kemarin menjadi yang kedua baginya di Istora GBK, setelah momen kesuksesan pertamanya terjadi saat menjuarai Asian Games 2018.
Gim pertama berjalan lambat dengan dua pemain yang sama-sama bermain dengan sabar dan tak terburu-buru ingin mematikan lawan. Mereka saling mencuri peluang dengan memanfaatkan bola-bola tanggung. Mengingat keduanya merupakan rekan sepelatnas, maka kemampuan tekniknya berada dalam taraf yang hampir sepadan. Namun Jonatan punya latar pengalaman yang lebih unggul sehingga mentalnya sudah teruji dengan matang.
Masuk jeda interval pada menit ke-10, ia sudah memegang keunggulan 11-9 setelah mengalami kejar mengejar poin dengan rekannya. Jonatan semakin menemukan pola dan ritme terbaiknya. Ia memaksa bermain reli-reli panjang yang melelahkan namun menguntungkan keunggulannya.
Chico yang sudah kepayahan justru menciptakan sejumlah eror pada pengembaliannya, membuatnya semakin terpuruk dengan hanya mencatatkan 15 poin pada akhir gim pertama, sementara Jonatan lebih unggul enam poin.
Jonatan masih mempertahankan strategi bermain lambat dan mengandalkan reli untuk memperlemah pertahanan Chico. Namun Chico juga tak tinggal diam dan berusaha melawan dengan bermain agresif dari zona depan. Alhasil keduanya juga kerap terlibat adu drive untuk menekan posisi bertahan masing-masing.
Sayangnya Chico kurang tahan dengan situasi kritis sehingga terus dilucuti oleh Jonatan. Kondisi fisiknya juga terlihat sudah terkuras dan tak sanggup meladeni permainan reli dari Jonatan. Adegan terjatuh kala berusaha menghalau kok hingga pukulan yang keluar lapangan menjadi gambaran betapa lemahnya stamina Chico saat menghadapi seniornya. Dominasi Jonatan akhirnya berakhir dengan keunggulan 21-13 pada gim kedua.
Bagi Jonatan, gelar turnamen level super 500 ini sangat penting untuknya. Pasalnya, ini adalah pertama kalinya Jonatan menjuarai turnamen BWF level super 500. Pada tahun-tahun sebelumnya, Jonatan baru mampu meraih tiga gelar juara turnamen BWF level super 300 di New Zealand Open 2019, Australian Open 2019, dan Korea Open 2022.
“Puji Tuhan, akhirnya saya bisa juara di turnamen level super 500 yang sudah saya tunggu-tunggu selama ini. Ini adalah buah dari kerja keras kami semua,” kata Jonatan usai laga. (jpg/wan)
Editor : I Komang Gede Doktrinaya