Setelah dikonfirmasi ke Pengprov FORKI Bali, Coki-sapaan akrab Cokorda Istri Agung Sanistyarani- kini peluangnya besar bisa tampil pada dua event tersebut, meskipun usianya kini sudah 28 tahun (kelahiran 31 Desember 1994).
Hal itu diungkapkan Ketua Harian Pengprov FORKI Bali Ardy Ganggas saat diwawancara mengenai karateka putri peraih medali emas PON Papua lalu itu di kelas kumite -55kg. “Coki masih sangat terbuka peluangnya main di PON. Pertimbangannya adalah regulasi yang menyangkut soal umur,” ujar Ardy Ganggas, Kamis (27/4).
Lanjut Ardy Ganggas, seluruh provinsi sempat memberi saran kepada PB FORKI bahwa mengedepankan aturan WKF atau federasi karate dunia, sehingga dari aturan federasi dunia itu tak ada batasan usia atas untuk seorang atlet berlaga. Hanya aturan bawah saja yang dibatasi. “Di Asian Games atau Olimpiade juga tidak atas pembatasan usia atas,” lanjut Ardy Ganggas.
Dengan pertimbangan dan fakta seperti itu, Ardy Ganggas berharap atlet asal Klungkung itu bisa kembali menjadi bagian tim karateka Bali dalam menghadapi Pra-PON 2023 hingga tembus sampai PON 2024 nanti. Bahkan hal ini juga sudah diketahui oleh Coki sendiri. “Dia selalu update dengan perkembangan terbaru, termasuk regulasi ini,” jelasnya.
Hanya saja, harapan seluruh provinsi terkait pembebasan aturan batas usia atas di Pra-PON atau PON masih belum ditentukan di Technical Hand Book (THB) Pra-PON 2023 untuk cabang olahraga karate. “Bulan depan rencana sudah dirilis oleh PB FORKI terkait aturan regulasi umur ini,” tandas Ardy Ganggas yang juga Ketua Binpres PB FORKI ini. Editor : I Komang Gede Doktrinaya