GIANYAR, BALI EXPRESS - Arema FC kembali menelan kekalahan setelah ditekuk 0-1 oleh tamunya Rans Nusantara FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (14/8) malam.
Seperti diketahui, pada partai yang digelar di Gianyar tersebut, Arema FC takluk dari Rans Nusantara melalui gol tunggal Zidane Pramudya Afandi pada menit ke-27.
Pelatih sementara Arema FC, Kuncoro pun tak bisa menutupi kekecewaannya harus kalah dari klub milik Raffi Ahmad tersebut.
Saking kecewanya, pelatih yang sudah sebelas tahun menjadi staf pelatih Singo Edan –julukan Arema FC itu sampai tak bisa ngomong.
Dia sampai kesulitan memilih kata-kata untuk menggambarkan kekecewaannya.
“Kita sudah delapan kali ini tidak bisa bangkit. Jadi saya tidak bisa berkomentar lagi,” katanya.
Yang jelas, kata dia, mental pemain memang menjadi batu sandungan bagi Arema FC hingga pekan kedelapan Liga 1 Indonesia.
Akibatnya, tim yang terlambat panas tidak bisa menjalankan taktik dan skema bermain.
Pada pertengahan babak pertama, Dendi Santoso sebenarnya sudah menunjukkan perubahan.
Hal serupa juga terjadi pada pertandingan sebelumnya.
“Sebenarnya di pertandingan ini tadi sudah mulai ada perbaikan antara jarak antar pemain sudah mulai rapat,” tuturnya.
Sayang, kecolongan gol yang diawali dengan kesalahan antisipasi menjadi bencana.
Setelah gol itulah, Kuncoro melihat mental anak asuhnya langsung terjun bebas. Akibatnya, performa tim pun menurun.
Ini, kata dia, adalah siklus yang sama dengan pertandingan yang dijalani Arema FC sebelumnya.
“Cuma itu, masalah mental,” tegas Kuncoro.
“Sulit sekali kalau sudah kalah. Saya tekankan ke anak anak, kalau kita terus kalah maka akan sulit.”
“Peluang depan gawang sulit dimaksimalkan, itu salah satu dari masalah mental,” imbuhnya.
Akibat kekalahan ini, Arema FC pun semakin sulit lepas dari juru kunci klasemen sementara.
Sebab dengan hanya mengoleksi dua poin, Arema FC harus bekerja lebih keras dalam lanjutan Liga 1 Indonesia musim ini.
Mereka hanya mampu memetik dua hasil imbang dan mengalami enam kekalahan.
Setidaknya, Singo Edan harus mengejar enam poin ketertinggalan. Bahkan, ini bisa disebut start terburuk Arema FC sepanjang sejarah.
Editor : I Putu Suyatra