TANGERANG, BALI EXPRESS - Awal pekan ke-9 Liga 1 Indonesia menampilkan kejutan. Ini setelah PSS Sleman menang di kandang Persita Tangerang dengan skor tipis 3-2.
Partai Persita vs PSS Sleman ini sendiri digelar di Stadion Indomilk Arena Tangerang, Jumat malam (18/8).
Bagi PSS Sleman, ini adalah kemenangan ketiga beruntun. Berbanding tgerbalik bagi Persita Tangerang yang harus menelan empat kekalahan beruntun.
PSS Sleman yang tampil tanpa beberapa pemain utamanya seperti gelandang Jonathan Bustos dan Kei Sano, tak membuat mereka kendor meski bertarung di kandang lawan.
Bahkan, pada babak pertama pasukan Elang Jawa ---julukan PSS Sleman sudah unggul dua gol lebih dulu melalui gol Jihad Ayoub pada menit ke-26 dan Ricky Cawor pada menit ke-42.
Pada babak kedua, Pendekar Cisadane –julukan Persita Tangerang berusaha bangkit.
Hasilnya mereka bisa menyamakan kedudukan melalui gol Ramiro Fergonzi menit ke-49 dan menit ke-64.
Sayang pada sisa waktu itu, tuan rumah tidak bisa memaksakan kemenangan.
Yang terjadi justru sebaliknya. Tim tamu malah berhasil mencuri poin penuh setelah memastikan kemenangan melalui gol Riki Dwi Saputro pada menit ke-71.
“Laga yang berjalan sangat sulit untuk kami. Saya memuji kerja keras para pemain. Tidak mudah mencetak tiga gol di laga tandang kali ini karena Persita main sangat cepat, rapi dan sangat keras,” kata pelatih PSS, Marian Mihail.
Menurutnya Persita berjuang sangat keras untuk menutup tren buruknya pada tiga laga sebelumnya.
Itu juga yang membuat timnya harus ekstra keras dalam upaya mencuri poin di Tangerang.
“Persita memiliki ambisi untuk menang setelah sebelumnya menderita kekalahan. Ini juga membuat perjuangan makin sulit. Yang pasti saya apresiasi para pemain yang sudah bekerja keras,” tegas Marian Mihail.
Hasil ini membuat PSS mengoleksi 15 puin dari empat kemenangan, tiga kali seri dan dua kali kalah sekaligus meramaikan lima besar klasemen sementara.
Sedangkan Persita berada di peringkat ke-13 dengan nilai 10 hasil dari tiga kali menang, sekali imbang dan lima kali kalah. Bahkan Pendekar Cisadane harus menelan empat kekalahan beruntun.
Editor : I Putu Suyatra