DENPASAR, BALI EXPRESS – Perjuangan atlet gulat Bali di ajang Babak Kualifikasi PON 2023 benar-benar harus diacungi jempol. Berlangsung di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Bali mengantongi 3 tiket menuju PON XXI 2024 Aceh-Sumut dari total 9 atlet yang bertanding.
Adapun ketiga pegulat Bali yang meraih tiket PON tersebut adalah Ketut Tegar Aditya di Kelas 55kg gaya Grego Roman. Kemudian Farid Tri Yudha di kelas 61kg putra gaya Bebas putra. Dan ketiga oleh Reza Novyang di kelas 63kg gaya Grego putra.
“Kami apresiasi perjuangan seluruh atlet. Bahkan ada atlet kami yang kepalanya bocor sampai sendinya lepas saat bertanding. Dan ini penantian selama 20 tahun Gulat Bali bisa sampai melaju ke PON,” tegas Ketua Umum Pengprov Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi saat dikonfirmasi Jumat 10 November 2023.
Selain itu, Rai Dharmadi yang juga menjabat sebagai Kasatpol PP Provinsi Bali ini menyebut jika ketiga atlet peraih tiket PON tersebut mendapat panggilan Pelatnas.
“Berkat kerja keras dan kualitas yang mereka tunjukkan, ketiga atlet kami dipanggil mengikuti Pelatnas di Jakarta. Mereka akan berlatih selama 6 bulan,” tegasnya.
Rai Dharmadi juga sumringah karena kelolosan pegulat Bali ke PON ini di tengah kesederhanaan dan keterbatasan. “Selama persiapan latihan sering bergantian menggunakan matras dengan cabang olahraga lain. Bahkan hanya dapat efektif 1 bulan saja, tapi sudah mendapat sesuatu yang luar biasa,” tegasnya.
Sementara M. Fauzi Arif selaku pelatih Gulat Bali di gaya bebas menambahkan jika waktu latihan atlet sangat terbatas dan minim. Namun berkat perjuangan dan semangat yang dimiliki mampu menggenggam tiket PON plus dipanggil mengikuti latihan di Pelatnas.
“Soal Pelatnas itu, kemungkinan berangkat Januari 2024 mendatang. Mereka akan ditempa bersama tiga provinsi lainnya seperti NTB, Sulawesi Utara, dan Papua,” tegas Fauzi Arif.
Ia optimis jika ketiga atlet ini ditempa dengan seksama, bukan tidak mungkin prestasi mereka bisa moncer di ajang PON XXI nanti.
“Di tengah persiapan minim saja kami bisa loloskan atlet ke PON, apalagi kalau latihannya full plus mendapat fasilitas yang bagus. Bukan tidak mungkin kita bisa merubah situasi saat di PON mendatang,” tandasnya. (*)
Editor : I Dewa Made Krisna Pradipta