BALI EXPRESS - Ernando Ari Sutaryadi, atau lebih dikenal sebagai Ernando Ari, bukan hanya seorang pemain sepak bola yang memiliki gairah dalam karirnya, tetapi juga menghadapi berbagai cobaan yang pahit.
Kiper berbakat asal Indonesia ini, yang kini memperkuat Persebaya Surabaya, telah menjalani perjalanan dramatis yang mencakup cinta pada permainan, patah hati akibat cedera serius, hingga akhirnya bangkit sebagai pahlawan bagi Timnas Indonesia di Piala Asia 2023.
Masa Kecil dan Awal Karier
Ernando Ari lahir di Semarang pada 27 Februari 2002, dan sepak bola telah menjadi teman setianya sejak kecil.
Tumbuh di lingkungan Jl. Wanamukti, Sambiroto, Semarang, Ernando sering bermain sepak bola di lapangan dekat rumah bersama teman-temannya.
Bakatnya sebagai kiper muncul saat bergabung dengan klub sepak bola PS Wanamukti pada usia 10 tahun, di bawah bimbingan pelatih Agus Riyanto, yang membentuk dasar-dasar keahlian kiper.
Puncak Masa Kecil dan Awal Karier
Puncak perjalanan sepak bola masa kecilnya adalah ketika Ernando Ari mendapat kesempatan bergabung dengan tim nasional Indonesia U-16 pada 2016.
Bergabung dengan timnas U-16 membawanya meraih kesuksesan di berbagai turnamen, termasuk menjadi juara di Japan-ASEAN U-16 Youth Football Tournament JENESYS 2018 dan Piala AFF U-16 2018.
Namun, perjalanan di Piala Asia U-16 2018 berakhir di perempat final setelah kalah dari Australia.
Setelah sukses bersama timnas U-16, Ernando Ari bergabung dengan Persebaya Surabaya pada Oktober 2018, memulai karier klubnya di level elit.
Cobaan Cedera Parah Akibat Dokter Gadungan
Cerita Ernando Ari tidak selalu penuh keberhasilan. Pada 2019, saat dipanggil untuk bergabung dengan timnas Indonesia U-19 dalam persiapan Piala Dunia U-20 2021, cobaan datang.
Ernando mengalami cedera lutut yang mengharuskannya menjalani operasi.
Cedera ini membawa konsekuensi serius setelah menjadi korban ulah dokter gadungan yang merusak ligamennya.
Operasi yang tidak berhasil membuatnya absen selama setahun untuk perawatan dan rehabilitasi, bahkan melewatkan kesempatan berharga membela timnas U-19 di Piala Dunia U-20 2021 yang dibatalkan karena pandemi COVID-19.
Bangkit dari Cedera dan Kembali ke Timnas
Ernando Ari menunjukkan ketangguhan dengan pulih dari cedera parahnya.
Dukungan dari keluarga, teman-teman, dan Persebaya Surabaya membantu dia menjalani operasi kedua di Semarang dan melewati masa rehabilitasi yang panjang.
Pada awal 2020, Ernando Ari kembali bermain sepak bola dan menjadi kiper utama Persebaya Surabaya di Liga 1 2020.
Penampilan apiknya mencuri perhatian dengan 10 cleansheet dari 18 pertandingan dan menjadi kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak di Liga 1 2020.
Panggilan dari pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, membawanya kembali ke pemusatan latihan timnas.
Tampil Prima di Piala Asia 2023
Ernando Ari membuktikan bahwa cederanya tidak menghalangi langkahnya di level internasional.
Di Piala Asia 2023, dia menjadi kiper utama Timnas Indonesia dan berperan krusial dalam meraih kemenangan perdana di laga Grup D kontra Vietnam.
Performa apiknya membuatnya menjadi Man of The Match di laga tersebut.
Statistik penyelamatan Ernando Ari di Piala Asia 2023 membuatnya masuk ke dalam 10 besar, mencatatkan 5 penyelamatan krusial bagi Timnas Indonesia.
Catatan clean sheets-nya juga menjadikan Indonesia masuk ke dalam 10 besar tim dengan clean sheets terbanyak di turnamen tersebut.
Inspirasi dari Perjalanan Dramatis
Dengan semangat pantang menyerah dan ketangguhan yang melekat padanya, Ernando Ari menjadi pahlawan yang siap membela warna Merah Putih di Piala Asia 2023.
Perjalanannya yang penuh drama, dari patah hati hingga bangkit kembali, memberikan inspirasi bagi para pencinta sepak bola Indonesia.
Baginya, cinta pada sepak bola dan semangat juangnya adalah kunci kesuksesan, dan dia siap bersinar di panggung internasional. (*)