DENPASAR, BALI EXPRESS - Pengkot Esports Indonesia (ESI) Kota Denpasar menjadikan ajang Denpasar Gaming League (DGL) tahun 2024 ini sebagai salah satu agenda penting.
Pasalnya, player potensial akan disaring dan dipersiapkan untuk tim Esports Porprov Denpasar untuk menjajal Porprov Bali 2025 mendatang.
Ketua Umum Pengkot ESI Denpasar, I Nyoman Adikarya Nugraha saat diwawancara, Senin (5/2), mengatakan, DGL tahun ini akan dikunci khusus atlet Denpasar. Setelah itu akan dipanggil untuk puslat.
"Jika tanpa halangan, puslat berjalan selama setahun sampai hari penyelenggaraan Porprov Bali," tegas Adikarya.
Oleh karena itu, peserta atau sasaran player di arena DGL nanti adalah yang umurnya potensial tampil di Porprov Bali 2025.
"Secara umum tidak ada sistem yang berubah. Hanya saja tahun ini kami fokus pada pelajar SMP maupun SMA/SMK," katanya.
"Untuk game yang dipertandingkan masih sama ada 4, yakni Free Fire, PUBG Mobile, Mobile Legend, dan E-Football," serunya.
Dijelaskan Adikarya, di ajang Porprov Bali 2022 lalu, Esports masih dihelat secara ekshibisi, dimana Kota Denpasar menjadi juara umum dengan 3 emas, 1 perak, dan 1 perunggu.
Tiga emas didapat di divisi Mobile Legend, PUBG Mobile, dan E-football. Lalu 1 perak diraih tim PUBG Mobile, dan 1 perunggu dari divisi Free Fire.
"Belum ada informasi Porprov tahun depan apakan sudah resmi atau masih ekshibisi. Tapi yang jelas ESI Denpasar tetap maksimal dan tampil dengan kekuatan penuh," tegasnya.
Kembali soal DGL, Adikarya menambahkan, bahwa perhelatannya akan berbeda dari sebelumnya, dari sisi tampilan main event.
"Perlu persiapan extra dan kami sudah berdialog dengan berbagai pihak untuk mewujudkan hal tersebut," katanya.
Untuk babak kualifikasi DGL digelar secara online, sementara untuk babak final digelar secara offline.
"Kualifikasi mulai 25 Mei, dan grand final digelar 1-2 Juni 2024," tandasnya.
Editor : Nyoman Suarna