KLUNGKUNG, BALI EXPRESS - Puluhan siswa SD, SMP, dan SMA/SMK se-Kabupaten Klungkung mengikuti Kejuaraan Olahraga (Kejora) Woodball se-Kabupaten Klungkung Tahun 2024 yang digelar di Alun-alun Ida I Dewa Agung Jambe, Minggu (17/3).
Woodball merupakan olahraga yang memukul bola dengan tongkat seperti palu kayu ke dalam lubang.
Ketum Woodball Kabupaten Klungkung, I Nyoman Susila Arnawa menjelaskan bahwa kejuraan ini berlangsung mulai Sabtu (16/3) hingga Minggu (17/3).
"Kemarin kita isi dengan rapat teknis dan para peserta mencoba lapangan. Lalu hari ini pertandingannya dan berlangsung satu hari," tegasnya.
Adapun kategori yang dipertandingkan adalah nomor perseorangan SD Putri dan SD Putra, SMP Putri dan Putra, serta SMA/SMK Putri dan Putra.
"Dengan jumlah peserta tingkat SD putra 22 orang dan putri 14 orang. Kemudian tingkat SMP putra 17 orang dan putri 14 orang, dan tingkat SMA/SMK putra 11 orang dan putri 7 orang. Totalnya seluruh 85 peserta," bebernya.
Adapun pemenang dalam kejuaraan tersebut akan mendapatkan piagam dan uang pembinaan. Kejuaraan ini sendiri digelar sebagai wadah untuk pembinaan dan pembibitan atlet Woodball.
Termasuk untuk tolak ukur prestasi atlet Woodball yang dibina di masing-masing sekolah.
"Juara dari perlombaan ini akan dibina lagi dan disiapkan untuk mengikuti event-event yang lebih besar tingkatannya," tukasnya.
Hal serupa disampaikan oleh Ketua KONI Kabupaten Klungkung, I Wayan Subamia. Menurutnya Kejora digelar untuk menyeleksi atlet-atlet untuk bisa mengikuti event-event yang lebih tinggi.
"Kegiatan ini kita harapkan memunculkan atlet-atlet yang berpotensi untuk mewakili Kabupaten di kancah Provinsi, Regional maupun Internasional," ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Klungkung, I Ketut Sujana mengapresiasi Kejora Woodball yang memiliki peran penting untuk melahirkan atlet yang siap berlaga di tingkat Provinsi, Regional maupun Internasional.
"Kita juga apresiasi peserta yang sudah tampil dengan maksimal. Dan kita ingin agar kedepan ada Kejora segala macam cabor," tegasnya.
Kepada pihak sekolah pihaknya juga mengimbau agar dapat mengembangkan cabor Woodball.
Salah satu peserta Kejora Woodball, Ni Kadek Lidia Purnama Devi, siswa kelas VI SDN 3 Tusan, mengatakan jika sebelum mengikuti Kejora Woodball ia biasa latihan setiap hari di Lapangan Banjarangkan.
Sampai akhirnya ia berkesempatan mengikuti Kejora Woodball tersebut dan berhasil meraih juara 3 tingkat SD Putri. "Walaupun tadi sempat grogi juga tapi sejauh ini tidak ada kendala dan ini adalah kejuaraan pertama saya," ungkapnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana