DENPASAR, BALI EXPRESS - Gelandang Bhayangkara Presisi FC, Radja Nainggolan, sepertinya tidak akan membela The Guardians pada musim depan setelah tim tersebut terdegradasi ke Liga 2. Untuk itu, kini dia "dijodohkan" dengan Bali United.
Menurut laporan dari akun Instagram @sepakbolaid, pemain berdarah Belgia-Indonesia ini masih belum menentukan klub mana yang akan menjadi tujuannya berikutnya.
Meski sudah tidak lagi muda, ia masih menunjukkan minat kuat untuk bermain di kancah sepakbola Indonesia.
Tetapi, reaksi netizen sudah mulai muncul.
Bahkan, mantan pemain AS Roma dan Inter Milan ini disarankan untuk pindah ke Bali United pada musim depan.
Namun, alasan di balik saran tersebut bukan karena Bali United adalah tim elit, melainkan karena faktor usia Nainggolan sendiri.
Ya, mengingat Nainggolan kini sudah berusia 35 tahun, netizen secara sarkastik menyebut Bali United sebagai tempat yang cocok baginya karena sering kali menampung pemain "berpengalaman".
"Para pemain senior biasanya memilih Bali United," kata akun @nurhidayatn_.
"Bali United adalah pilihan yang tepat untuk pemain senior," tambah akun @ibnusabara.
"Pasti menjadi sasaran empuk di Bali," ujar akun @faiz_zihrah.79.
Selain Bali United, Radja Nainggolan juga disarankan untuk mempertimbangkan klub lain seperti Persib Bandung atau Borneo FC.
Radja Nainggolan: Dari Antwerpen ke Puncak Sepak Bola Italia
Lahir di Antwerpen, Belgia, Radja Nainggolan memiliki darah campuran Belgia dan Indonesia.
Ibunya, Lizy Bogaerts, seorang Belgia beretnis Flandria, dan ayahnya, Marianus Nainggolan, seorang Batak Toba dari Indonesia.
Nainggolan dibesarkan di lingkungan yang penuh dengan sepak bola.
Sejak kecil, dia sudah menunjukkan bakat luar biasa dalam bermain sepak bola.
Karier Awal di Italia
Pada usia 17 tahun, Nainggolan memulai karir profesionalnya di Italia bersama Piacenza Calcio.
Dia menunjukkan performa yang gemilang di Serie B dan menarik perhatian klub Serie A Cagliari Calcio. Pada tahun 2010, Nainggolan resmi bergabung dengan Cagliari.
Di Cagliari, Nainggolan menjelma menjadi salah satu gelandang terbaik di Serie A.
Dia terkenal dengan kemampuannya dalam mencetak gol, passing, dan tackling. Kemampuannya ini membuatnya menjadi incaran banyak klub besar.
Puncak Karier di AS Roma
Pada tahun 2014, Nainggolan pindah ke AS Roma, salah satu klub terbesar di Italia. Di Roma, Nainggolan menjadi bagian penting dari tim dan membantu klub meraih beberapa gelar, termasuk Coppa Italia dan Supercoppa Italiana.
Performa Nainggolan di Roma membuatnya menjadi salah satu gelandang terbaik di dunia.
Dia dijuluki "Ninja" karena kemampuannya dalam merebut bola dan mencetak gol dari luar kotak penalti.
Inter Milan dan Kembali ke Cagliari
Pada tahun 2018, Nainggolan pindah ke Inter Milan. Namun, dia tidak betah di Inter Milan dan kembali ke Cagliari pada tahun 2020.
Di Cagliari, Nainggolan kembali menunjukkan performa terbaiknya. Dia membantu klub meraih promosi ke Serie A pada tahun 2021.
Karier Tim Nasional
Nainggolan juga pernah memperkuat tim nasional Belgia. Dia tampil di Piala Dunia FIFA 2014 dan UEFA Euro 2016.
Kini Berstatus Klub Degradasi di Liga 1 Indonesia
Kini Nainggolan berstatus sebagai klub Bhayangkara FC yang baru saja resmi degradasi ke Liga 2 Indonesia. ***