BALI EXPRESS - Timnas Indonesia U-23 menghadapi tantangan serius di belakang menjelang laga playoff Olimpiade Paris melawan Timnas Guinea U-23.
Bek andalan, Justin Hubner, akan absen dalam pertandingan tersebut karena harus kembali ke klub asalnya.
Untuk mengisi kekosongan tersebut, Alfeandra Dewangga telah bergabung dalam latihan tim.
Namun, harapan untuk memperkuat tim dengan kehadiran Elkan Baggott ternyata pupus karena tidak mendapatkan izin dari klubnya, demikian dilansir dari akun Instagram @ngapakfootball.
Tanpa Elkan Baggott, Alfeandra Dewangga menjadi satu-satunya pemain tambahan untuk mengisi posisi bek dalam skuad Timnas Indonesia U-23.
Dukungan pun mengalir untuknya melalui akun Instagram pribadinya @alfeandradewangga.
Kehadiran Alfeandra Dewangga di tim memberikan harapan bagi Timnas Indonesia U-23 untuk melengkapi kekosongan yang ditinggalkan oleh Justin Hubner.
Sementara itu, posisi yang diperkirakan akan ditinggalkan oleh Rizky Ridho kemungkinan akan diisi kembali oleh Nathan Tjoe A On, yang sebelumnya telah mengisi posisi bek dalam pertandingan melawan Irak.
Kekhawatiran Shin Tae-yong: Lini Belakang Timnas U-23 Pincang!
Pelatih timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong, dilanda kecemasan jelang laga krusial melawan Guinea di babak playoff perebutan tiket Olimpiade Paris 2024.
Kekuatan lini belakang timnya di ambang kehancuran karena absennya dua pilar utama.
Kapten Rizky Ridho harus menepi akibat kartu merah di semifinal Piala Asia U-23, sedangkan Justin Hubner tak dilepas klubnya, Cerezo Osaka.
"Jujur, skuad kita pincang sebelum lawan Guinea. Bisa dibilang lini belakang hampir runtuh," ungkap Shin dalam konferensi pers, Rabu (8/5) malam.
"Memang, Justin tidak dilepas Cerezo Osaka. Saya mengerti pihak klubnya. Tapi ini pertandingan terakhir, sangat disayangkan karena tim Indonesia jarang lolos Olimpiade," tambahnya.
Di atas kertas, Guinea jauh lebih diunggulkan. Negara Afrika itu duduk di peringkat 76 FIFA, jauh di atas Indonesia yang di urutan 134.
Shin sudah menganalisa kekuatan Guinea lewat video dan mengakui ketangguhan mereka.
"Guinea tim yang sangat baik dan kuat, banyak pemainnya bermain di Eropa. Ini hal yang dikhawatirkan," ujar pelatih asal Korea Selatan itu. ***