BALIEXPRESS.ID- Calvin Verdonk adalah pemain terakhir yang melalui proses naturalisasi menjadi WNI.
Dalam laga melawan Filipina lalu di Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi debut Calvin Verdong bersama Timnas Indonesia.
Calvin Verdonk juga langsung diberikan kesempatan oleh pelatih Shin Tae-yong.
Hal itu dibayar dengan statistik yang mumpuni. Hadirnya pemain NEC Nijmegen itu membuat posisi bek sayap kiri semakin banyak opsi yakni Shayne Pattynama serta Pratama Arhan.
Dilansir dari unggahan Instagram @transfernews_ft, salah satu punggawa timnas yang merupakan Local Pride, Pratama Arhan justru tak keder dengan kedatangan Calvin Verdonk.
Justru, pemain dengan kemampuan lemparan jarak jauhnya ini kagum dengan kualitas Verdonk.
"Saya pribadi melihat permainan Calvin Verdonk sangat luar biasa, dia pengalamannya banyak banget. Saya juga belajar, saya lebih senang seperti ini, datang pemain baru, pengalaman lebih banyak," tegas pemain Suwon FC ini.
Ia juga menegaskan bahwa harus belajar bagaimana caranya menyamakan level atau lebih unggul.
Pernyataan Pratama Arhan ini seakan menjawab polemik yang terjadi di Liga 1 Indonesia saat ini, di mana PT. LIB menerapkan regulasi 8 pemain asing.
Hal ini ditanggapi dingin oleh pesepak bola nasional, sehingga pencinta sepak bola Indonesia ramai-ramai menghujat pemain lokal yang dianggap kurang berani bersaing dan terlalu nyaman di zonanya.
Pratama Arhan sendiri sebelum kedatangan pemain naturalisasi adalah pilar utama asuhan Shin Tae-yong di berbagai kejuaraan Asia seperti kualifikasi Piala Asia, Piala Asia, maupun kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. (*)
Editor : I Made Mertawan