BALIEXPRESS.ID - Pernyataan Komite Eksekutif (Exco) NOC Indonesia, Hifni Hasan, yang meminta Shin Tae yong atau STY jangan terlalu banyak membawa pemain naturalisasi ke skuad Timnas Indonesia mengundang reaksi dari netizen.
Dalam waktu sekejap, dia langsung digeruduk netizen ke akun instagramnya @hifnihasan68.
Sebelumnya, Hifni Hasan menyampaikan pesan untuk pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, di acara Santini Jebreeetmedia Awards 2024 yang digelar di Jakarta pada Kamis malam, 26 September 2024.
Hifni hadir mewakili Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, yang berhalangan hadir.
Dalam sambutannya, Hifni memulai dengan pesan khusus kepada Shin Tae-yong yang juga hadir di acara tersebut.
Ia meminta agar pelatih asal Korea Selatan itu tidak membawa terlalu banyak pemain naturalisasi ke dalam skuad Timnas Indonesia.
“Pertama kali saya mau bicara tentang coach Shin Tae-yong nih. Kebetulan dia belum mengerti bahasa Indonesia. Jadi saya orang yang paling keras untuk memberitahu kepada beliau, jangan terlalu banyak pemain naturalisasi dibawa ke dalam tubuh sepakbola Indonesia," ujar Hifni Hasan, dikutip dari YouTube JebreeetmediaTV.
Lebih lanjut, Hifni mengungkapkan bahwa setiap kali ia mengkritik kebijakan Timnas yang banyak dihuni pemain naturalisasi, akun media sosialnya langsung dibanjiri serangan dari netizen.
"Setiap saya bicara soal coach Shin Tae-yong itu, buzzer-nya itu mungkin sampai ratusan ribu. Jadi bukan hanya Towel saja (yang diserang)," tambahnya, merujuk pada pundit sepak bola Bung Towel atau Tommy Welly yang juga kerap mendapatkan reaksi keras dari netizen.
Namun, usai menyampaikan pesannya tersebut, akun Instagram Hifni Hasan langsung diserbu netizen yang tidak setuju dengan pendapatnya. Sekitar 80 lebih komentar berisi hujatan membanjiri unggahan Hifni.
Akhirnya, Hifni terpaksa membatasi kolom komentarnya agar tidak sembarang orang bisa berkomentar lagi.
Berikut sejumlah hujatan yang dilayangkan netizen:
"Pak saya sarankan bapak mending diam aja jangan urus sepakbola. Mereka juga punya hak, pemain diaspora untuk membela tanah airnya. Sekarang bapak mending fokus aja ke akhirat, amalnya sudah cukup apa belum?" kata @lorenzo_land.
"Mayoritas dikatain buzzer? Sehat, pak?" balas @aaziz01_.
"SAKITTTT! Bisa-bisanya ngomong begitu. Malu-maluin," tulis @hamzahptr_.
"Orang-orang cinta timnas dikatain buzzer. Ya kali STY mampu bayar ratusan ribu buzzer. Aneh banget sumpah bapak satu ini ????," ledek @samuel_hosnihoya.
"Ngomong kaya gitu di acara resmi? STY gak ngerti bahasa Indonesia, tapi ada Jeje (translator). Terus anda ngomongin tentang naturalisasi dan buzzer? Gimana perasaan STY diomongin di depan publik?" kata @rhzzzz011.
"Seorang S.H., M.H. berbicara tentang sepak bola di award sepak bola nasional? Berbicara tidak sesuai konteks. Ini bukan ranahmu, bung. Jangan kau pecah belah bangsa kami karena pendapatmu yang ga relevan," ujar @user200611100133.
"Pecinta timnas dikatain buzzer, sehat kah?" tanya @bukan.anakjagoan99.
"Mereka bukan orang asing, mereka punya darah keturunan Indonesia dari ayah, ibu, dan kakek nenek mereka. Punya hak sama untuk jadi pemain timnas Indonesia. Jangan membedakan hanya karena lahir di tempat yang beda," ujar @sultan_abdur_rahman.
"Mereka yang dinaturalisasi itu pemain keturunan yang punya darah Indonesia, pak. Kalau nanti bapak punya menantu bule terus cucu bapak gak boleh jadi orang Indonesia karena ada darah bulenya? Kalau ngomong dipikir dulu pak, jangan ngasal!" ujar @mrx__013.
"Mending bapak diam deh, soalnya bau mulut bapak bau sampah. Gak layak lo ngomongin timnas," cibir @lisa27stan_.
"Bapak bisa bedain pemain non diaspora sama pemain diaspora? Tolong bapak jangan bikin pecah belah Timnas," kata @dimazzz95. ***
Editor : Y. Raharyo