BALIEXPRESS.ID - Anggota Exco PSSI merespons pernyataan kontroversial dari Exco NOC Indonesia, Hifni Hasan, yang meminta agar Shin Tae-yong tidak terlalu banyak membawa pemain naturalisasi ke Timnas Indonesia.
Menurut anggota Exco PSSI, pandangan Hifni Hasan tersebut menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap perkembangan sepak bola modern dan kebutuhan strategis Timnas Indonesia.
"Iya nih, kita harus sabar, karena kurang literasi. Sekarang banyak orang yang gak paham bola mulai komentar. Kenapa? Karena mereka gak tahu," kata anggota Exco PSSI yang tidak disebutkan namanya.
Dia menjelaskan bahwa Indonesia membutuhkan setidaknya 150 pemain dari level U-16 hingga tim senior.
Namun, pemain lokal belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan tersebut, terutama dengan meningkatnya standar kompetisi internasional.
"Pemain lokal kita gak bisa memenuhi kebutuhan ini, apalagi level kompetisi sudah makin tinggi. Tapi FIFA memberi kesempatan, silakan asal punya darah Indonesia, ya kita cari, orang-orang yang punya darah Indonesia," tambahnya.
Diketahui, level Timnas Indonesia memang terus meningkat. Untuk timnas senior maupun kelompok umur sudah kelas Asia, sehingga lawan-lawannya lebih berat.
Lebih lanjut, Arya Sinulingga menyebut, sebagai contoh, menyebutkan pemain Mees Hilgers, yang memiliki darah Indonesia dari ibunya yang berasal dari Manado.
"Bapaknya Belanda, ibunya Manado. Orang Manado dia? Hei, orang Indonesia makin membaur. Banyak menikah antarsuku. Mereka ada darah Indonesia."
Menurutnya, pemain naturalisasi yang memiliki darah Indonesia juga berhak membela Merah Putih dan tidak seharusnya diragukan nasionalismenya.
"Mereka ini membela Merah Putih, masa kita perdebatkan kemerahputihan mereka?"
Di akhir pernyataannya, dia mengajak semua pihak untuk fokus pada kemajuan sepak bola Indonesia.
"Udahlah, ayo kita percaya, kita majukan sepak bola Indonesia, dan kita kibarkan Merah Putih untuk kemajuan sepak bola dan kemajuan bangsa Indonesia."
Sebelaumnya, Komite Eksekutif (Exco) NOC Indonesia, Hifni Hasan, meminta pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong tidak terlalu mengandalkan pemain naturalisasi.
“Pertama kali saya mau bicara tentang coach Shin Tae-yong nih. Kebetulan dia belum mengerti bahasa Indonesia. Jadi saya orang yang paling keras untuk memberitahu kepada beliau, jangan terlalu banyak pemain naturalisasi dibawa ke dalam tubuh sepakbola Indonesia," ujar Hifni Hasan dalam acara Santini Jebreeetmedia Awards 2024 yang berlangsung di Jakarta pada Kamis, 26 September 2024 malam WIB, dikutip dari YouTube JebreeetmediaTV.
Hifni juga mengungkapkan pengalamannya ketika mengkritik keberadaan banyak pemain keturunan di Timnas Indonesia. Ia mengaku bahwa media sosialnya sering diserang oleh para pendukung Shin Tae-yong.
“Setiap saya bicara soal coach Shin Tae-yong itu, buzzer-nya itu mungkin sampai ratusan ribu. Jadi bukan hanya (Bung) Towel saja (yang diserang),” lanjutnya. ***
Editor : Y. Raharyo