BALIEXPRESS.ID- Pemkab Bangli akhirnya menganggarkan bonus untuk atlet peraih medali Porsenijar 2023.
Bonus Porsenijar dialokasikan dalam perubahan APBD 2024. Saat ini tinggal menunggu proses pencairan.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli I Komang Pariartha menyatakan bahwa bonus atlet peraih medali Porsenijar tersebut akan cair pada November 2024.
Para atlet peraih medali hanya perlu menyerahkan nomor rekening. Total, Bangli meraih 99 medali, yang terdiri dari 26 emas, 33 perak, dan 53 perunggu.
“Bonus segera diproses,” ujar Pariartha saat ditemui pada Rabu (2/10/2024).
Besaran bonus yang diterima bervariasi, tergantung jenis medali dan jumlah atlet dalam tim.
Untuk kategori perorangan, peraih medali emas akan menerima bonus sebesar Rp2,5 juta, peraih medali perak Rp1.625.000. Peraih medali perunggu Rp1 juta.
Sementara itu, besaran bonus untuk beregu berbeda. Jumlahnya bervariasi tergantung pada jumlah anggota dalam tim, yakni dua orang, tiga orang, atau lebih dari empat orang.
Berdasarkan data, bonus yang diterima atlet dalam tim beregu lebih kecil dibandingkan atlet perorangan. Itu sudah ada perhitungan khusus.
Pariartha memberikan contoh bahwa tim beregu dua orang peraih medali emas akan menerima bonus sebesar Rp1.875.000, sedangkan tim beregu tiga orang akan menerima Rp1,5 juta.
"Itu jumlah totalnya, nanti dibagi di antara para atlet," jelas Pariartha.
Ia juga menegaskan bahwa besaran bonus Porsenijar 2023 mempertimbangkan beberapa faktor, seperti bonus Porsenijar sebelumnya yaitu tahun 2019 dan perbandingan dengan bonus di kabupaten lain.
"Cari perbandingan di kabupaten lain dan menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah," tambahnya.
Total anggaran bonus untuk peraih medali Porsenijar 2023 yang sudah masuk perubahan APBD 2024 mencapai Rp256 juta.
Sebagaimana diketahui, bonus bagi peraih medali ini sempat menjadi sorotan, karena lebih dari setahun setelah acara berlangsung, bonus tersebut belum juga cair.
Bahkan, sempat ada kabar bahwa jika bonus tidak cair tahun ini, orang tua siswa tidak akan mengizinkan anak-anak mereka ikut serta dalam event serupa tahun depan.
"Astungkara, sekarang sudah dianggarkan," tegas Pariartha.
Pariartha menjelaskan bahwa pihaknya tidak dapat langsung menganggarkan bonus pada tahun 2023, karena saat event selesai, APBD sudah berjalan.
Bonus tersebut sempat direncanakan masuk dalam induk APBD 2024, namun tidak mendapat alokasi anggaran. Sehingga kembali dirancang pada perubahan APBD 2024.
“Hal yang sama terjadi dengan Porjar 2024, anggarannya baru bisa kami rancang pada tahun 2025,” pungkasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan