BALIEXPRESS.ID - Bintang klub Denmark, FC Copenhagen, Kevin Diks sedang menjadi buah bibir di Indonesia. Pasalnya, dia sedang menjalani proses naturalisasi dan siap membela Timnas Indonesia.
Kevin Diks belakangan ini lebih sering dimainkan sebagai bek tengah di FC Copenhagen. Namun, posisi tersebut ternyata bukanlah posisi aslinya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Transfermarkt, Kevin Diks sebenarnya lebih banyak bermain sebagai bek kanan sepanjang kariernya.
Sejak memulai karier di Vitesse U21 hingga membela klub-klub seperti Fiorentina, Empoli, Feyenoord, dan sekarang FC Copenhagen, pemain keturunan Ambon, ini telah mencatatkan 190 penampilan sebagai bek kanan.
Sebagai bek tengah, ia baru bermain dalam 66 pertandingan. Selain itu, ia juga bisa bermain sebagai bek kiri, di mana ia sudah tampil sebanyak 36 kali.
Selain posisi-posisi tersebut, Diks juga memiliki pengalaman sebagai gelandang bertahan dengan 6 pertandingan, serta bermain sebagai gelandang kanan atau sayap kanan sebanyak 3 laga.
Perubahan di FC Copenhagen
Ketika bergabung dengan FC Copenhagen pada 2021, Diks masih lebih sering dimainkan sebagai bek kanan. Posisi aslinya.
Pada musim 2021/2022, pemain setinggi 1,86 meter itu hanya mencatatkan satu laga sebagai bek tengah, sementara 16 laga lainnya dimainkan sebagai bek kanan dan 13 laga sebagai bek kiri. Di musim yang sama, ia juga sempat tampil sebagai gelandang kanan dalam 3 pertandingan dan gelandang bertahan 1 kali.
Namun, situasi mulai berubah pada musim 2022/2023 ketika pelatih Jacob Neestrup mengambil alih posisi pelatih kepala menggantikan Jess Thorup.
Di musim tersebut, Diks lebih sering diposisikan sebagai bek kanan dengan 17 pertandingan, tetapi ia juga mulai dimainkan sebagai bek tengah dalam 5 pertandingan dan bek kiri dalam 3 pertandingan lainnya.
Perubahan paling drastis terjadi pada musim 2023/2024, ketika Diks menjadi pilihan utama sebagai bek tengah dengan mencatatkan 39 penampilan di posisi tersebut dari total 49 laga yang ia mainkan.
Sisa 10 laga lainnya ia habiskan sebagai bek kiri, meninggalkan posisinya sebagai bek kanan yang dulu ia kuasai.
Dalam sebuah wawancara dengan media Denmark, Bold, Kevin Diks mengakui bahwa perubahan posisinya menjadi bek tengah banyak dipengaruhi oleh pelatih Jacob Neestrup. Diks menyebut Neestrup sebagai sosok yang berperan besar dalam perkembangan kariernya di FC Copenhagen.
"Saya tidak akan mengatakan bahwa 'Nees' menciptakan karier saya, tetapi dia memiliki pengaruh besar terhadap saya. Saya sangat berterima kasih untuk itu," ujar pemain berusia 28 tahun ini.
Ia juga menjelaskan bahwa Neestrup telah membantunya beradaptasi dengan baik sebagai bek tengah, sebuah peran yang membuatnya berkembang sebagai pemain.
Meski posisi bek tengah bukan hal baru baginya, pengalaman ini membuat Diks lebih matang dalam bermain.
"Tahun lalu, dia mulai menggunakan saya sebagai bek tengah, dan hal itu membuat saya berkembang sebagai pemain," tambah Diks.
Meskipun pernah beberapa kali dimainkan sebagai bek tengah saat membela Feyenoord pada musim 2017/2018, di mana ia tampil dalam 7 laga di posisi tersebut, Diks tetap lebih sering bermain sebagai bek kanan dengan 26 laga di musim itu.
“Saya tidak bermain sebagai bek tengah di AGF (klub Denmark, red), namun saya bermain sebagai bek tengah di Feyenoord. Memang tidak banyak, tapi saya sudah mencobanya sebelumnya dalam karier saya. Oleh karena itu, saya bisa digunakan sebagai bek sayap atau bek tengah, tergantung kebutuhan,” ungkap Diks melalui laman klub FC Copenhagen.
Dari 66 total laga sebagai bek tengah, Kevin Diks memainkan 55 laga di FC Copengagen, sedangkan 7 laga di Feyenoord, dan sisanya tiga laga bersama Vitesse dari kelompok umur hingga senior.
Dengan kemampuan bermain di beberapa posisi, Kevin Diks kini menjadi salah satu pemain serba bisa di lini pertahanan jika proses naturalisasinya selesai.
Pelatih Shin Tae yong bisa memainkannya sebagai bek tengah, bek kanan, bek kiri, sayap kanan, hingga sebagai gelandang bertahan.
Ini berarti dia bisa menjadi ancaman bagi beberapa pemain Timnas Indonesia sekaligus. Yakni Sandy Walsh atau Asnawi Mangkualam yang bermain di bek kanan. Juga Thom Haye yang bermain di gelandang bertahan, maupun Calvin Verdonk hingga Pratama Arhan di bek kiri.
Akan tetapi, apabila STY memainkan Kevin Diks sebagai bek tengah, maka dia akan bersaing dengan Jay Idzes, Mees Hilger, Justin Hubner, hingga Rizky Ridho.
Beberapa bek tengah lainnya yang sulit bersaing nantinya adalah Wahyu Prasetyo, Muhammad Ferarri, hingga Elkan Baggot. Nama terakhir desas-desus sudah kena black list oleh STY sebagai buntut menolak panggilan ke Timnas U23 saat laga lawan Guinea untuk play off Olimpiade 2024 lalu. ***
Editor : Y. Raharyo