BALIEXPRESS.ID - Tanggal 21 Desember 2021 adalah hari penting bagi winger Bali United, Privat Mbarga. Di hari itu, ia resmi berseragam Merah-Putih-Hitam sebagai warna kebesaran tim yang bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar ini.
Didatangkan dari klub Kamboja, Svay Rieng, Privat Mbarga langsung menunjukkan kualitasnya sebagai senjata baru asuhan Stefano Cugurra.
Musim 2021/2022, pemain naturalisasi Kamboja ini datang di putaran kedua liga. Privat tampil sebanyak 17 laga bahkan mencetak 4 gol dan 9 assist di musim debutnya. Statistik yang cukup menarik bagi 'anak baru' di Liga 1.
Saat itu ia dielu-elukan oleh fans. Bahkan kepergian Stefano Lilipaly yang notabene icon Bali United tak membuat suporter terlalu larut dalam kesedihan karena Privat hadir untuk menjadi suksesor Lilipaly.
Di musim berikutnya, Privat Mbarga tampil lebih garang. Nama Lilipaly perlahan dilupakan. Total ia memainkan 36 match di musim 2022/2023 dengan gelontoran 16 gol serta 7 assist. Musim tersebut bisa dibilang menjadi paling gemilang bagi pemain berdarah Kamerun ini.
Sayangnya, pada musim 2023/2024 peformanya menurun. Privat yang awalnya dielu-elukan berbalik mendapat cacian oleh fans sendiri. Privat pun dianggap kartu mati Bali United di setiap laga.
Determinasi dan penetrasi dengan mengandalkan kecepatan yang menjadi senjata utamanya tak terlihat. Privat yang dulu kakinya bak kuda mulai terlihat ringkih. Sekali kena tubruk lawan, langsung roboh.
Bahkan, fans dengan lantang menyebut nama Privat agar segera di lelang oleh manajemen. Meski under perform, Privat di 'musim terburuknya' itu mencatatkan 7 gol dan 4 assist.
Tapi masa lalu sudah berlalu. Musim 2024/2025 nampaknya akan menjadi titik balik Privat Mbarga. Dari 8 laga, Privat telah mencetak 5 gol bahkan kini didaulat sebagai top skor Bali United dan Liga 1 sementara ini.
Terbaru, ia menjadi pahlawan kemenangan Serdadu Tridatu lewat gol tunggalnya ke gawang Persita Tangerang.
Tanggal 27 Oktober 2024 nanti adalah hari penting bagi Bali United, termasuk Privat Mbarga.
Di tanggal itu pula, Bali United memainkan laga terakhir di bulan Oktober dengan menjamu tim pesakitan Persis Solo sebelum jeda internasional kembali hadir.
Untungnya lagi, match digelar di Stadion Dipta. Momen itu wajib dimanfaatkan Privat untuk menunjukkan bahwa ia belum habis di hadapan para Semeton Dewata.
Privat Mbarga kini siap menjadi predator lini depan sekaligus mengembalikan kejayaan namanya. (*)