BALIEXPRESS.ID - Bali United sebenarnya diuntungkan di pekan ke-10 Liga 1 2024/2025. Sebelum lawan PSBS Biak, asuhan Stefano Cugurra menjadi pemuncak klasemen sementara.
Belum lagi Ricky Fajrin dkk tak terkalahkan di 6 laga plus 4 kemenangan beruntun. Kredit itu sebenarnya cukup membuat PSBS Biak ketar-ketir.
Terlebih, tim promosi tersebut baru saja dikalahkan Borneo FC di pekan sebelumnya dalam laga away.
Ditambah lagi Bali United memainkan laga di Stadion Kapten I Wayan Dipta secara beruntun sebanyak 3 kali. Modal non teknis itu semakin memperkuat bahwa Serdadu Tridatu diprediksi akan memenangkan laga.
Tapi kenyataannya berbeda. PSBS Biak jengah dan mempermalukan Bali United di rumahnya sendiri.
Segala keunggulan non teknis yang dimiliki Serdadu Tridatu itu seakan tak ada pengaruhnya bagi pasukan Emral Abus.
Gawang Adilson Maringa diberondong 2 gol oleh PSBS Biak pada Minggu 3 November 2024.
Bali United pun harus merelakan tahta puncak klasemen direbut oleh tim lain.
Paska pertandingan Stefano Cugurra hadir dalam sesi tanya jawab dengan wartawan.
Dia secara ksatria mengakui kekalahan. Dia juga tak mencari kambing hitam di kegagalan kali ini.
"Lawan lebih efektif dalam serangan. Setelah menang beberapa kali, saatnya kita harus akui kekalahan ini," ujar Stefano Cugurra.
Tapi dia menyesali banyaknya peluang yang justru tidak menjadi gol.
"Di babak pertama kami main kurang bagus. Tapi punya beberapa peluang di depan gawang, sayang tidak bisa cetak gol,"
"Terutama finishing yang menjadi kendala. Meskipun kami main jelek, tapi banyak punya peluang," sambungnya.
Dia juga mengakui permainan Bali United tak berjalan mulus ketika pemain kunci berhasil di marking oleh lawan.
"Tapi kekalahan ini bukan karena 1 atau 2 pemain kami yang di kunci pergerakannya. Memang di laga ini kami main tidak seperti biasanya," tandas pelatih asal Brasil ini.
Setelah pekan ke-10, Liga 1 kembali jeda karena memasuki kalender FIFA. Laga selanjutnya Serdadu Tridatu adalah melawan tim kuat Dewa United pada akhir November mendatang. (*)