BALIEXPRESS.ID - Pengkab PBVSI Badung bisa menjadi contoh bahwa keterbatasan anggaran bukanlah tembok besar untuk menjadi penghalang prestasi.
Buktinya, meski tak mendapat bantuan dana dari Pemerintah Kabupaten Badung, PBVSI Badung tetap menjalankan berbagai program yang bukan sekadar mengumpulkan banyak orang.
Ada dua program penting yang dibuat Pengkab PBVSI Badung di tengah ketidak ketersediaannya dana bantuan tersebut.
Pertama adalah program sertifikasi pelatih level provinsi, dan Turnamen Mangupura Cup 2024.
"Dua kegiatan itu sudah menjadi program kerja kami di PBVSI Badung tahun 2024 ini. Harus jalan meski tidak ada dana bantuan," tegas Ketua Umum Pengkab PBVSI Badung, Agung Bagus Kade Kusimantara saat dikonfirmasi Rabu 20 November 2024.
Bagi pihaknya, kedua hal tersebut merupakan program kerja yang bertujuan mencari bibit pemain dan pelatih yang mumpuni di bola voli.
"Kami ingin menjadikan Badung sebagai barometer bola voli di Bali," kata Kusimantara.
Berbekal tekad dan keinginan besar tersebut, PBVSI Badung melaksanakan kedua agenda itu dengan menanggung semua pembiayaan demi terlaksananya.
Baca Juga: Pelantikan Ketua Umum Asosiasi Sepakbola Pantai Indonesia: Momentum Baru untuk Kebangkitan Sepakbola Pantai Nasional
"Ini semua demi pecinta voli di Badung dengan tujuan yang lebih besar yakni prestasi dan munculnya bibit pelatih dan pemain baru," tegas pria yang juga menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Pinrang, Sulawesi Selatan ini.
Pihaknya juga menyayangkan akan keadaan saat dimana Pemerintah Kabupaten Badung semestinya mendukung pelaksanaan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi.
"Karena ini kan demi kemajuan olahraga bola voli di Kabupaten Badung," ujarnya.
Sekadar catatan, voli Badung dalam ajang Porprov Bali selalu rutin menjadi juara bahkan sering kali mengawinkan medali emas putra maupun putri. (*)