Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Konflik Antar Suporter Liga Sepak Bola Indonesia, Warga Jadi Sasaran Penganiayaan: Begini Tanggapan LIB

Nyoman Suarna • Selasa, 3 Desember 2024 | 00:13 WIB
ANIAYA: Seorang warga tergeletak akibat penganiayaan oknum suporter Persijap usai pertandingan Persijap vs Persipa pada Minggu, 1 Desember 2024 malam.
ANIAYA: Seorang warga tergeletak akibat penganiayaan oknum suporter Persijap usai pertandingan Persijap vs Persipa pada Minggu, 1 Desember 2024 malam.

BALIEXPRESS.ID - Tindakan oknum suporter Persijap Jepara yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Irfan Putra Ardana, warga Desa Ngembal Kulon, Jati, Kudus, menuai kecaman dari berbagai pihak. PT Liga Indonesia Baru (LIB), sebagai operator kompetisi Pegadaian Liga 2 2024/25, menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Dalam keterangan resmi yang dirilis melalui ligaindonesiabaru.com, PT LIB mengecam keras aksi kekerasan yang terjadi usai laga Persipa vs Persijap di Stadion Joyokusumo, Pati, pada Minggu (1/12).

LIB menilai tindakan anarkis seperti ini bertentangan dengan semangat sportivitas dan nilai-nilai fair play dalam sepak bola.

"Tindakan kekerasan semacam ini sangat disayangkan karena tidak hanya mencoreng nama baik klub dan kompetisi, tetapi juga merusak citra sepak bola Indonesia," tulis PT LIB.

PT LIB saat ini sedang berkoordinasi dengan panitia pelaksana pertandingan, pihak keamanan, dan pihak terkait lainnya untuk menyelidiki insiden ini.

LIB juga akan melakukan evaluasi menyeluruh serta mengambil langkah tegas sesuai regulasi yang berlaku untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Ketua Suporter Macan Muria (SMM), Andi Mustofa, juga mengecam keras aksi kekerasan tersebut.

Ia menilai insiden ini sangat disayangkan, terlebih korban yang mengalami luka-luka diduga salah sasaran karena tidak ada kaitannya dengan konflik antar suporter.

"Kami mengutuk keras aksi kekerasan ini. Aparat penegak hukum harus bertindak tegas dan mengusut tuntas kasus ini. Selain itu, pihak penyelenggara juga perlu memberikan sanksi yang jelas agar kejadian serupa tidak terulang," tegas Andi.

Sebagai bentuk solidaritas, SMM membuka donasi untuk membantu biaya pemulihan korban yang sempat mengalami kondisi kritis.

Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban korban sekaligus menunjukkan bahwa tindakan kekerasan tidak memiliki tempat dalam dunia sepak bola.

Kasus ini menjadi sorotan dan pengingat bahwa sportivitas harus selalu dijunjung tinggi, baik di dalam maupun di luar lapangan, demi menjaga martabat sepak bola Indonesia. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#liga indonesia #warga #sasaran #LIB #sepak bola #antar suporter #konflik