BALIEXPRESS.ID – Laga Madura United menghadapi Bali United akan berlangsung pada Jumat (20/12) di Stadion Gelora Bangkalan, Madura.
Dalam pertandingan ini, kedua kesebelasan tidak didampingi pelatih kepala mereka karena alasan yang berbeda.
Bali United tidak didampingi pelatih kepala Stefano Cugurra karena ia terkena sanksi akibat mendapatkan kartu kuning saat laga melawan Persija Jakarta pada pekan ke-15 lalu.
Situasi ini membuat Bali United hanya didampingi asisten pelatih di sisi lapangan pada laga melawan Madura United.
Sementara itu, Madura United dipastikan tidak didampingi pelatih kepala dalam laga nanti.
Hal ini terjadi karena Laskar Sape Kerrab telah mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Paulo Menezes.
Selain pelatih kepala, Madura United juga mengakhiri kerja sama dengan dua asisten pelatih mereka, yakni Tiago dan Helder.
Untuk laga melawan Bali United, tim tuan rumah akan didampingi oleh Rahmad Basuki sebagai caretaker tim.
Menanggapi situasi tersebut, kapten tim Bali United, Ricky Fajrin, angkat bicara.
Menurutnya, meskipun tanpa pelatih kepala, Madura United tetap merupakan tim yang kuat.
Oleh karena itu, ia tetap mewaspadai kebangkitan yang mungkin dilakukan oleh tim lawan.
“Ada atau tidaknya pelatih kepala mereka, Madura United tetap salah satu tim yang kuat di Liga 1. Kami tetap harus waspada terhadap kebangkitan mereka di lapangan,” ujar Ricky Fajrin dikutip dari laman resmi klub.
Dalam laga ini, Ricky Fajrin selaku kapten tim menargetkan hasil maksimal.
Kemenangan yang diraih pada pekan lalu menjadi suntikan semangat bagi seluruh pemain.
“Kami para pemain sudah siap dan berangkat ke laga tandang ini dengan harapan penuh serta rasa percaya diri. Kami akan bekerja keras dan memberikan yang terbaik untuk hasil yang maksimal,” tandasnya. (*)
Editor : Nyoman Suarna