Kalah 1-5 dari Australia, Timnas Indonesia Disindir Media Malaysia, Nasib Patrick Kluivert di Ujung Tanduk?

I Putu Suyatra • Dipublikasikan Jumat, 21 Maret 2025 | 13:36 WIB

Thom Haye saat memperkuat Timnas Indonesia. (dok. Timnas Indonesia)
Thom Haye saat memperkuat Timnas Indonesia. (dok. Timnas Indonesia)

BALIEXPRESS.ID - Kekalahan telak Timnas Indonesia 1-5 dari Australia di lanjutan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kamis (20/3), tak hanya meninggalkan luka mendalam bagi skuad Garuda.

Lebih dari itu, kekalahan ini menjadi bahan olok-olok di media sosial, bahkan disindir secara pedas oleh media Malaysia.

Akun @onefootballM tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyindir Timnas Indonesia yang diperkuat pemain naturalisasi berlabel Grade A.

Baca Juga: Gus Par Gaspol! Bupati Karangasem Lobi Pemerintah Pusat Demi Percepatan Pembangunan

Mereka menulis, "Australia 5-1 (Market value tertinggi/Grade A) 5elamat berbuka pua5a," yang jelas-jelas menyindir market value para pemain Indonesia yang disebut-sebut tertinggi di Asia Tenggara.

Sindiran ini mencuat di tengah perdebatan panjang soal efektivitas pemain naturalisasi dalam skuad Garuda.

Apakah kehadiran mereka benar-benar membawa dampak signifikan? Atau justru hasil ini membuktikan bahwa strategi naturalisasi bukan jaminan sukses?

Dari Penalti Gagal hingga Dominasi Australia

Secara permainan, Timnas Indonesia sejatinya sempat tampil menjanjikan di awal laga.

Bahkan, di babak pertama, Garuda mencatat penguasaan bola mencapai 64 persen. Sayangnya, efektivitas serangan menjadi perbedaan mencolok.

Momentum emas sempat hadir di menit ke-7 saat Rafael Struick dijatuhkan Kye Rowles di kotak penalti.

Baca Juga: Debut Manis, Hasil Pahit! Ole Romeny Cetak Gol, tapi Timnas Indonesia Dibantai Australia 1-5, Spill Jatah Jersey

Namun, eksekusi Kevin Diks hanya membentur tiang gawang, membuang peluang emas untuk unggul lebih dulu.

Sebaliknya, Australia justru lebih tajam dalam memanfaatkan peluang.

Di menit ke-18, Nathan Tjoe A On melanggar Lewis Miller di kotak terlarang, memberikan penalti bagi Socceroos.

Martin Boyle sukses menjalankan tugasnya, membawa Australia unggul 1-0.

Dua menit berselang, Nishan Velupillay menambah derita Indonesia dengan gol cepat dari bola liar. Belum berhenti di situ, Jackson Irvine semakin memperlebar keunggulan menjadi 3-0 di menit ke-34.

Di babak kedua, Australia tetap menggempur pertahanan Indonesia. Craig Goodwin mencetak gol keempat lewat sundulan di menit ke-61.

Harapan sempat muncul saat Ole Romeny mencetak gol debutnya di menit ke-78, memanfaatkan umpan matang dari Kevin Diks.

Baca Juga: Sosok I Putu Eka Merthawan, Birokrat Visioner Penuh Inovasi di Kabupaten Badung! Raih Piala Adhigana 2023

Namun, harapan itu sirna ketika Jackson Irvine kembali membobol gawang Indonesia di menit akhir, mengunci kemenangan telak 5-1 untuk Australia.

Suporter Teriakkan Nama Shin Tae-yong, Nasib Kluivert Dipertanyakan?

Setelah pertandingan, para pemain Timnas Indonesia berjalan mengitari stadion untuk menyapa suporter.

Namun, alih-alih mendapat dukungan, justru nama Shin Tae-yong yang bergema dari tribun.

Ini menjadi sinyal kuat bahwa publik masih merindukan pelatih asal Korea Selatan tersebut, yang sebelumnya sukses membawa Garuda bersaing di level Asia.

Sorakan ini pun memicu pertanyaan besar: Apakah Patrick Kluivert benar-benar sosok yang tepat untuk menangani Timnas Indonesia?

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir tetap menunjukkan dukungannya terhadap Timnas Indonesia.

Baca Juga: Timnas Indonesia Dibantai Australia 1-5! Ranking FIFA Terancam, Malaysia Siap Salip?

Dalam unggahan di Instagram, Erick menegaskan komitmennya untuk terus membangun sepak bola nasional.

"Saya tetap dukung Tim Nasional sepak bola Indonesia di saat kalah ataupun menang. Karena saya mencintai bangsa ini seutuhnya. Saya akan tetap kerja keras membangun Tim Nasional ini untuk menembus Piala Dunia. Kepada para pemain, tetap tegakkan kepala kalian. Peluang itu masih ada," tulis Erick.

Namun, warganet justru mempertanyakan sikap PSSI yang dinilai memberikan tekanan lebih besar kepada Shin Tae-yong saat kalah dari Jepang dan Tiongkok. Kini, tekanan justru beralih kepada Kluivert.

Laga Kontra Bahrain: Pembuktian atau Kehancuran?

Kini, nasib Patrick Kluivert dan Timnas Indonesia akan ditentukan dalam laga kontra Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno pada Selasa (25/3).

Jika Garuda kembali menelan kekalahan, apakah kursi kepelatihan Kluivert akan semakin goyah? Atau justru ia mampu membungkam kritik dengan kemenangan?

Hanya waktu yang bisa menjawab. Yang jelas, semua mata kini tertuju pada Timnas Indonesia. *** 

Baca Juga: Komentar Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert setelah Dibantai Australia: Ungkap Satu Kambing Hitam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
Sumber : Jawa Pos
timnas indonesia australia Media Malaysia kualifikasi piala dunia