BALIEXPRESS.ID - Kekalahan telak Timnas Indonesia 1-5 dari Australia pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 20 Maret lalu masih menyisakan kekecewaan mendalam.
Bukan hanya hasilnya yang menyakitkan, tetapi keputusan kontroversial PSSI dalam mengganti pelatih di momen krusial membuat amarah suporter memuncak.
Keputusan mendadak untuk menggantikan Shin Tae Yong dengan Patrick Kluivert disebut-sebut sebagai biang keladi keterpurukan Timnas.
Baca Juga: 7 Fakta Mengejutkan Kasus Pembunuhan Enggal Dika Puspita yang Jasadnya Disembunyikan Selama 6 Bulan
Netizen pun ramai-ramai menuntut pertanggungjawaban dari PSSI, terutama Arya Sinulingga, yang dianggap sebagai dalang di balik pergantian pelatih tersebut.
Janji Manis yang Berujung Kekecewaan
Sebelumnya, Arya Sinulingga begitu percaya diri menyebut bahwa Patrick Kluivert dan tim kepelatihannya adalah yang terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.
Pernyataan tersebut sempat membangkitkan harapan tinggi di kalangan suporter.
Namun, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik—Timnas Indonesia dipermalukan tanpa perlawanan berarti.
Baca Juga: Jukung Mati Mesin di Perairan Jembrana, Dua Nelayan Terombang-ambing Berjam-jam
Sayangnya, setelah kekalahan memalukan itu, Arya Sinulingga seakan hilang ditelan bumi. Ia belum muncul untuk memberikan klarifikasi atau bertanggung jawab atas keputusannya.
Netizen Kesal, Poster "Orang Hilang" Beredar
Kemarahan netizen semakin memuncak ketika Arya Sinulingga tak kunjung memberikan pernyataan.
Tak sedikit yang menduga ada kepentingan pribadi di balik keputusan pergantian pelatih ini. Bahkan, saking geramnya, warganet membuat dan menyebarkan selebaran "orang hilang" dengan wajah Arya Sinulingga.
“Dicari Orang Hilang: Arya Sinulingga (Pengacara Erick Thohir),” bunyi salah satu selebaran yang viral di media sosial.
Netizen pun ramai-ramai membanjiri unggahan Arya di Instagram dengan komentar pedas.
Namun, hingga kini, tak satu pun yang mendapat respons.
Publik masih menunggu, apakah Arya Sinulingga akan muncul dan memberikan klarifikasi, atau tetap menghilang di tengah badai kritik? ***
Baca Juga: Kakak Beradik Berniat Jual Ginjal demi Bebaskan Ibu yang Ditahan, Begini Kronologi Lengkapnya
Editor : I Putu Suyatra