BALIEXPRESS.ID - Timnas Indonesia samkin sulit mengejar Arab Saudi dalam perolehan poin kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Grup C. Pasalnya, Arab Saudi berhasil mencuri 1 poin di kandang Jepang setelah bermain imbang, 0-0.
Hasil ini membuat Timnas Indonesia tidak mungkin mengejar perolehan poin Arab Saudi. Karena dengan tambahan 1 poin, Arab Saudi kini mengoleksi 10 poin
Sedangkan Timnas Indonesia sendiri, yang kini baru mengoleksi 6 poin, hanya hakan mengoleksi 9 poin jika menang melawan Bahrain.
Baca Juga: Komentar Made Wirawan Jelang Duel Penentuan Timnas Indonesia Vs Bahrain di GBK
Jepang sendiri semakin kokoh di puncak klasemen dengan 20 poin dan memastikan tiket lolos ke Piala Dunia 2026.
Sementara itu, Australia yang bertandang ke markas China, hingga menit ke-76 masih unggul 2-0 atas tuan rumah.
Jika skor ini bertahan hingga akhir, maka Australia semakin menjauh dari Timnas Indonesia. Karena jika ditambah 3 poin, Australia akan mengantongi 13 poin dan makin sulit digoyang di posisi kedua klasemen grup C.
Sehingga paling realistis Timnas Indonesia mengamankan posisi keempat untuk lolos ke putaran berikutnya.
Baca Juga: Uniknya Tradisi Lukat Geni di Desa Paksebali, Dilaksanakan saat Pengrupkan, Bertempat di Catus Pata
Caranya adalah dengan memenangkan pertandingan melawan Bahrain.
Lalu seperti apa persiapan Timnas Indonesia lawan Bahrain?
Waspada! Senjata Bola Mati Bahrain Bisa Jadi Mimpi Buruk Timnas Indonesia di GBK
Timnas Indonesia harus bersiap menghadapi ancaman serius dari Bahrain dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (24/3) pukul 20.45 WIB.
Lawan kali ini bukan hanya tangguh, tetapi memiliki senjata ampuh yang sudah terbukti menyulitkan Garuda: bola mati.
Pada pertemuan pertama Oktober tahun lalu di Riffa, Indonesia kecolongan dua gol akibat skema bola mati yang dieksekusi dengan brilian oleh Mohamed Marhoon.
Bahrain memang dikenal memiliki keunggulan dalam duel udara dan situasi set-piece seperti tendangan bebas dan sepak pojok, sesuatu yang masih menjadi kelemahan utama Indonesia.
Tragisnya, permasalahan ini belum terselesaikan. Dalam laga melawan Australia di Sydney, tiga dari lima gol yang bersarang ke gawang Garuda juga berawal dari buruknya antisipasi terhadap bola mati.
Baca Juga: Marselino Ferdinan Buka-bukaan Soal Chemistry antara Pemain Jelang Duel Timnas Indonesia vs Bahrain
Statistik menunjukkan Indonesia hanya memenangkan 35 persen duel udara sepanjang babak kualifikasi, jauh di bawah Bahrain yang mencatatkan 44 persen.
Marhoon, Sang Penghancur yang Harus Dikawal Ketat
Bintang Bahrain, Mohamed Marhoon, menjadi ancaman terbesar bagi Indonesia.
Pemain yang tampil gemilang di pertemuan pertama dengan dua golnya ini memiliki kepercayaan diri tinggi setelah sukses membawa Bahrain menjuarai Piala Teluk 2024.
Di final turnamen tersebut, Marhoon mencetak satu gol dan satu assist dalam kemenangan 2-1 atas Oman, menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar gelandang kreatif, tetapi juga eksekutor bola mati yang mematikan.
Hingga kini, ia telah mengoleksi 19 gol dari 74 caps bersama Bahrain, dan laga di Jakarta bisa menjadi kesempatan baginya untuk menambah catatan impresif itu.
Garuda Siap Bertarung, Tak Ada Opsi Selain Menang
Meski dihadapkan pada tantangan berat, Timnas Indonesia tidak akan gentar. Marselino Ferdinan menegaskan bahwa timnya hanya memiliki satu target: kemenangan.
“Kita mati-matian setiap pertandingan. Kita tidak ada tujuan untuk seri, tidak ada tujuan untuk kalah juga,” tegas gelandang muda berbakat itu.
Pelatih Patrick Kluivert pun optimistis timnya bisa bangkit dari kekalahan di Sydney.
Dengan dukungan penuh dari puluhan ribu suporter di GBK, Kluivert yakin Garuda bisa membalikkan keadaan dan menjaga asa lolos ke putaran selanjutnya.
Kini, semua mata tertuju pada laga panas di SUGBK. Mampukah Indonesia meredam ancaman bola mati Bahrain dan mengamankan tiga poin krusial? Atau justru Garuda kembali terjebak dalam mimpi buruk yang sama?
Daftar pemain Timnas Jepang vs Arab Saudi:
Timnas Jepang:
- 1 Z. Suzuki
- 4 K. Itakura
- 21 H. Ito
- 2 Y. Sugawara
- 3 K. Takai
- 6 W. Endo
- 15 D. Kamada
- 17 A. Tanaka
- 11 D. Maeda
- 13 K. Nakamura
- 20 T. Kubo
Timnas Arab Saudi:
- 1 Nawaf Al Aqidi
- 4 Ali Lajami
- 17 Hassan Al Tambakti
- 2 Muhannad Al Shanqiti
- 13 Nawaf Bu Washl
- 10 Salem Al Dawsari
- 16 Faisal Al Ghamdi
- 5 Jehad Thikri
- 7 Musab Al Juwayr
- 8 Marwan Al Sahafi
- 9 Feras Al Brikan
- Pelatih: H. Renard