Profil I Putu Panji Apriawan, Pemain Muda Asal Bali: Jenderal Lini Belakang di Balik Sejarah Garuda Muda Tundukkan Korea Selatan
I Putu Suyatra• Sabtu, 5 April 2025 | 16:08 WIB
Pemain Timnas Indonesia Putu Panji Apriawan (Instagram Putu Panji)
BALIEXPRESS.ID - Di balik gemuruh perayaan kemenangan bersejarah Timnas Indonesia U-17 atas Korea Selatan, 1-0 di laga pembuka Grup C Piala Asia U-17 2025, terdapat sosok kapten yang tampil begitu kokoh dan menjadi jenderal di lini pertahanan: I Putu Panji Apriawan.
Pemuda kelahiran Tabanan, 2 April 2008 (17 tahun), ini menjadi salah satu kunci utama keberhasilan Garuda Muda membungkam raksasa Asia tersebut dengan skor tipis 1-0.
Dengan tinggi badan 1,78 meter, postur ideal seorang bek tengah, Panji tampil tenang dan disiplin sepanjang 90 menit lebih pertandingan yang penuh tekanan di Stadion Prince Abdullah Al Faisal, Jeddah.
Sebagai palang pintu utama, ia berhasil memimpin rekan-rekannya di lini belakang untuk meredam gempuran bertubi-tubi dari para pemain muda Korea Selatan.
Ketenangan Panji dalam membaca permainan lawan, ditambah dengan tekel-tekel bersih dan penempatan posisi yang baik, membuat para penyerang muda Taeguk Warriors frustrasi.
Beberapa kali peluang berbahaya yang diciptakan Korea Selatan berhasil dimentahkan oleh solidnya pertahanan Indonesia, di mana Panji menjadi komandan taktisnya.
Pemain yang mengandalkan kaki kanan dalam bermain ini tak hanya piawai dalam bertahan.
Sesekali, Panji juga berani melakukan inisiasi serangan dari lini belakang, menunjukkan visi bermain yang cukup matang untuk usianya.
Kepemimpinan yang ia tunjukkan di lapangan juga menjadi suntikan semangat bagi rekan-rekannya, terutama di saat-saat krusial ketika Korea Selatan terus menekan.
Saat ini, I Putu Panji Apriawan tercatat sebagai pemain Bali United FC Youth, di mana ia bergabung sejak 1 Agustus 2023.
Didikan dari akademi Serdadu Tridatu muda ini terbukti memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan permainannya.
Kepercayaan yang diberikan pelatih Nova Arianto untuk mengemban ban kapten Timnas U-17 pun dibayar tuntas dengan performa solid dan kepemimpinan yang membawa tim meraih kemenangan bersejarah.
Meskipun sorotan utama tertuju pada gol penentu kemenangan Evandra Florasta, peran I Putu Panji Apriawan di lini belakang tidak bisa diabaikan.
Keberhasilannya menjaga kerapatan dan ketangguhan pertahanan menjadi fondasi penting bagi kemenangan Garuda Muda.
Ia adalah representasi dari semangat juang dan mentalitas pantang menyerah yang ditunjukkan seluruh pemain Timnas Indonesia U-17.
Kemenangan atas Korea Selatan ini tentu menjadi langkah awal yang manis bagi Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia 2025.
Penampilan gemilang I Putu Panji Apriawan sebagai kapten dan jenderal lini belakang memberikan harapan besar bagi masa depan sepak bola Indonesia.
Dengan potensi yang terus berkembang, bukan tidak mungkin suatu saat nanti Panji akan menjadi andalan di level yang lebih tinggi.
Para suporter kini menantikan penampilan selanjutnya dari sang kapten muda ini, berharap ia dapat terus memimpin Garuda Muda meraih prestasi yang lebih membanggakan di kancah Asia. ***