BALIEXPRESS.ID - Sebuah kabar mengejutkan datang dari induk sepak bola dunia, FIFA! Gara-gara ulah suporter saat Timnas Indonesia menjamu Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Maret lalu, PSSI kini harus menanggung akibatnya.
Sanksi berat berupa denda ratusan juta rupiah dan pengurangan drastis jumlah penonton di laga kandang menanti!
Kabar pahit ini diungkapkan langsung oleh EXCO PSSI, Arya Sinulingga.
"Keputusan FIFA, PSSI harus bertanggung jawab atas perilaku diskriminatif suporter pada saat pertandingan Indonesia lawan Bahrain yang dimainkan 25 Maret 2025," ujarnya, dikutip dari Antara, Minggu.
Baca Juga: Unik! Tradisi Mencuri Anak Sapi Demi Kesucian Desa di Bali: Bukan Kriminal, Justru Ritual!
Rupanya, FIFA memiliki sistem monitoring anti-diskriminasi yang mencatat detail insiden tersebut.
Laporan FIFA menyebutkan bahwa tribun utara dan selatan Stadion GBK menjadi "sarang" oknum suporter yang melakukan tindakan tidak terpuji.
"Berdasarkan laporan tersebut, FIFA menyatakan suporter Indonesia paling aktif di tribun utara dan selatan. Peristiwa terjadi di sektor 19, disebabkan suporter Indonesia pada menit ke-80 sekitar hampir 200 suporter tuan rumah teriakkan slogan xenophobia 'Bahrain bla...bla...bla...'," beber Arya.
Denda Fantastis dan Kursi Kosong di GBK! Apa Langkah PSSI Selanjutnya?
Akibat ulah segelintir suporter tersebut, PSSI harus merogoh kocek dalam-dalam.
Denda hampir setengah miliar rupiah, tepatnya sekitar Rp400 juta, harus dibayarkan kepada FIFA.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut Saat Truk Fuso Menggila Tabrak 4 Motor, 1 Nyawa Melayang!
Tak hanya itu, hukuman pengurangan sekitar 15 persen dari total kursi yang tersedia di stadion pada pertandingan kandang berikutnya juga harus diterapkan.
FIFA memberikan opsi agar kursi kosong tersebut bisa diisi oleh elemen suporter lain, namun dengan syarat khusus.
"FIFA juga berikan ruang alternatif boleh saja 15 persen itu diberikan tapi kepada komunitas anti-diskriminasi atau komunitas khusus seperti keluarga, mungkin pelajar atau perempuan. Dan mereka harus pasang spanduk anti-diskriminasi," jelas Arya.
Lebih lanjut, FIFA mendesak PSSI untuk menyusun rencana komprehensif dalam memerangi tindakan diskriminasi di sepak bola Tanah Air.
"Sanksi ini adalah hal yang berat yang kita terima karena FIFA itu miliki prinsip kesetaraan, kemanusiaan, saling menghargai, dan menghormati," tegas Arya.
Menurutnya, sanksi ini menjadi pelajaran berharga bagi PSSI dan seluruh suporter Indonesia.
Langkah-langkah literasi dan edukasi terkait bahaya diskriminasi seperti hate speech, ujaran kebencian, rasisme, dan xenophobia menjadi krusial untuk mencegah kejadian serupa terulang.
"Jelas ini merugikan kita semua. Tapi harus tanggung bersama-sama," katanya dengan nada prihatin.
Laga kandang terdekat yang akan terkena dampak sanksi ini adalah pertandingan kesembilan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, di mana Timnas Indonesia akan menjamu Timnas China di Stadion GBK, Jakarta, pada 5 Juni pukul 20.45 WIB. ***
Editor : I Putu Suyatra