Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Teco Kritik Wasit Liga 1, Soroti Kontroversi VAR saat Bali United Kalah dari Persija

I Made Mertawan • Selasa, 13 Mei 2025 | 15:20 WIB
Pelatih Bali United Stefano Cugurra alias Teco.
Pelatih Bali United Stefano Cugurra alias Teco.

BALIEXPRESS.ID - Menjelang akhir Liga 1 Indonesia musim ini, pelatih Bali United Stefano Cugurra alias Teco melontarkan kritik tajam terhadap kinerja wasit

Teco juga memberikan sejumlah masukan untuk perbaikan kompetisi musim depan.

Kritik ini muncul usai laga pekan ke-32 antara Bali United melawan Persija Jakarta yang dinilai Teco dipenuhi keputusan kontroversial.

Laga tersebut dipimpin oleh wasit M. Tri Santoso dengan asisten Anang Sutardi dan Hendra Cipta Nasution, serta wasit cadangan Eko Saputra. Sementara itu, tim VAR diisi oleh Aidil Azmi dan Asri.

Dalam pertandingan tersebut, Persija menang 3-0 atas Bali United. Gol pertama dicetak oleh Gustavo Almeida pada menit ke-8, namun momen ini menuai protes karena tidak dilakukan pengecekan VAR untuk memastikan posisi Gustavo saat menerima umpan dari Witan Sulaeman.

Bali United sempat menyamakan kedudukan melalui Rahmat Arjuna pada menit ke-24 setelah menerima umpan Irfan Jaya.

Namun, gol tersebut dianulir wasit VAR karena dianggap terjadi pelanggaran sebelumnya oleh Kadek Agung terhadap Ryo Matsumura.

"Seharusnya dengan adanya VAR tentu keputusan akan lebih baik. Ada wasit yang di lapangan dan wasit di ruang VAR, mereka bisa lebih konsentrasi dan fokus dalam memutuskan. Saat kami cetak gol, wasit di lapangan lihat tidak adanya pelanggaran, tetapi wasit di VAR panggil untuk cek dan akhirnya gol kami dianulir," ujar Coach Teco.

Pelatih asal Brasil itu menyayangkan keputusan tersebut karena bisa berdampak besar pada jalannya pertandingan.

Jika gol tersebut disahkan, laga bisa berjalan lebih seimbang dan memberi tekanan lebih kepada Persija.

Namun, kondisi justru membuat mental timnya menurun dan berujung pada kekalahan telak.

Teco juga menyoroti tidak adanya sanksi terhadap wasit yang membuat keputusan keliru.

"Ketika pelatih ada masalah pasti dapat hukuman, begitu juga dengan pemain ada salah dapat hukuman. Tetapi wasit, saya lihat tidak ada hukuman ketika mereka salah. Malah pimpin lagi di Liga 1 pekan berikutnya," tegasnya.

Ia menyarankan agar federasi lebih serius dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan wasit, termasuk dengan mendatangkan lebih banyak wasit asing untuk memberi contoh kepada wasit lokal.

Ketika tim punya pemain asing dan lokal, maka wasit pun sebaiknya juga kombinasi antara asing dan lokal.

Musim ini, Bali United hanya sempat dipimpin oleh satu wasit asing, yakni M. Nazmi Nasaruddin asal Malaysia.

Sisanya, lebih banyak wasit lokal yang menurut Teco, beberapa kali membuat keputusan yang kurang konsisten.

"Ini hanya masukan atau saran agar Liga 1 lebih kompetitif dan suporter bisa lebih menikmati pertandingan di musim depan," tutup pelatih yang telah membawa tiga gelar juara Liga 1 selama berkarier di Indonesia ini. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#persija #Teco #liga 1 indonesia #kinerja wasit #bali united