BALIEXPRESS.ID- Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli belum menganggarkan bonus bagi atlet peraih medali Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2025. Porjar sendiri telah digelar pada Mei lalu.
Kepala Disdikpora Bangli, I Komang Pariartha, membenarkan bahwa pihaknya belum memasang anggaran bonus pada induk APBD 2025.
Menurut Pariartha, pelaksanaan Porjar berlangsung setelah anggaran berjalan sehingga pihaknya tidak dapat merancang besaran bonus sebelumnya.
Besaran bonus baru bisa dihitung setelah mengetahui perolehan medali sebagai dasar perencanaan.
“Nanti kami anggarkan APBD 2026,” kata Pariartha pada Kamis (3/7/2025).
Kenapa tidak dianggarkan melalui perubahan APBD 2025? Pariartha menegaskan keterbatasan anggaran menjadi pertimbangannya.
Selain itu, Bangli memang sudah memiliki tradisi menganggarkan bonus atlet Porjar pada tahun berikutnya.
“Setiap tahun begitu, sekarang Porjar, tahun depan baru dianggarkan bonusnya,” jelas pejabat asal Desa Tamanbali tersebut.
Mengenai besaran bonus, Pariartha menyebutkan nominalnya masih sama seperti tahun lalu.
Untuk peraih medali emas perorangan akan diberikan sebesar Rp2,5 juta, perak Rp1.625.000, dan perunggu Rp1 juta.
Sementara peraih medali beregu akan dihitung dengan mekanisme teknis tersendiri.
“Kami sama besarannya dengan tahun lalu karena melihat ketersediaan anggaran,” tegas Pariartha.
Pada Porjar Bali tahun ini, kontingen Bangli meraih 18 medali emas, 37 medali perak, dan 57 medali perunggu.
Hasil tersebut menempatkan Bangli di peringkat delapan klasemen akhir.
Bangli tercatat satu peringkat di atas Kabupaten Jembrana sebagai juru kunci. (*)
Editor : I Made Mertawan