Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jelang Porprov, Pemain Sepak Bola Buleleng Masuk Barak SPN Polda Bali: Ini Alasannya

Dian Suryantini • Rabu, 16 Juli 2025 | 20:32 WIB
Kegiatan TC tim Sepak Bola Buleleng menjelang Porprov Bali 2025.
Kegiatan TC tim Sepak Bola Buleleng menjelang Porprov Bali 2025.

BALIEXPRESS.ID – Mulai Senin, 14 Juli 2025, sebanyak 23 pemain muda dari tim sepak bola Buleleng, resmi memasuki masa Training Centre (TC) di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Bali.

Langkah ini digagas Askab PSSI Buleleng, demi membangun kekuatan tim menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XV tahun 2025.

Pemusatan latihan ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Di balik latihan fisik dan strategi, ada ambisi besar yang dipupuk—membawa pulang medali, bukan hanya sekadar menjadi peserta semifinal seperti tahun-tahun sebelumnya.

Dua minggu penuh mereka akan digembleng di lingkungan yang disiplin dan tertutup, jauh dari hiruk-pikuk rumah dan perjalanan panjang dari kampung halaman ke stadion.

Ketua Askab PSSI Buleleng, Gede Suyasa, menyebutkan bahwa pemilihan SPN sebagai lokasi TC adalah keputusan strategis. Tak hanya soal fasilitas, tapi juga soal efisiensi dan fokus para pemain.

“Kami menghindari kondisi atlet terlalu sibuk di rumah atau harus bolak-balik dari Gerokgak ke stadion. Karena memang banyak atlet kami berasal dari Gerokgak. Hal itu jelas mengurangi kenyamanan, meningkatkan risiko di jalan, dan membuat pemain cepat lelah,” ujar Suyasa, Rabu (16/7).

Program latihan ini tak main-main. Para pemain akan ditempa secara menyeluruh, mulai dari penguatan fisik, teknik dasar permainan, hingga peningkatan chemistry dan strategi tim.

Di bawah arahan tim pelatih PSSI Buleleng, mereka juga akan belajar soal kerja sama tim, komunikasi di lapangan, dan manajemen emosi saat bertanding.

TC ini juga menjadi momentum penting mengingat Porprov 2025 akan menggunakan regulasi baru. Seperti, batas usia maksimal pemain adalah 17 tahun.

Ini berarti seluruh tim dari berbagai kabupaten akan bertarung dengan kekuatan yang relatif setara tanpa dukungan pemain senior profesional.

Suyasa pun optimis bahwa hal ini membuka peluang besar bagi Buleleng untuk bersinar.

“Setelah dua minggu TC ini, kami ingin melihat perkembangan fisik, psikis, strategi, hingga chemistry antar pemain. Ini akan jadi evaluasi besar sebelum laga resmi dimulai,” tegasnya.

 Baca Juga: Viral Ban Mobil Hilang di Parkiran Bandara Ngurah Rai, Pengelola Buka Suara

Dukungan juga datang dari Ketua KONI Buleleng, Ketut Wiratmaja. Ia menilai langkah pemusatan latihan ini sebagai langkah “brilian” untuk mendongkrak performa tim yang selama ini selalu menjadi “pengganggu” serius bagi tim-tim unggulan di Porprov, tapi belum pernah naik podium.

“Hari ini saya meminta kepada para atlet agar mengikrarkan diri bahwa tim sepak bola Buleleng harus berjaya di Porprov. Astungkara, kita tidak hanya kembali masuk empat besar, tapi juga bisa meraih medali,” ujar Wiratmaja penuh harap. 

Sementara itu, Kasubbag Regmin, AKP Ketut Karwa, menyatakan, meskipun SPN merupakan institusi pendidikan calon polisi, pihaknya siap memberikan ruang dan aturan yang disiplin untuk menempa para atlet muda.

“Kami terbiasa melatih siswa dari SMA menjadi calon polisi. Jadi tentu ada banyak aturan. Kami harap para atlet bisa mengikuti semua aturan dan berlatih maksimal agar target tim tercapai,” kata Karwa. 

Selama dua minggu ke depan, para pemain muda ini tidak hanya dituntut untuk berlari, menendang, dan mencetak gol.

Mereka akan belajar tentang karakter, disiplin, dan semangat juang. TC di SPN ini akan menjadi ‘kamp’ pembentukan identitas tim—bukan sekadar kumpulan 11 pemain di lapangan, tapi satu kesatuan yang menyatu dalam ambisi dan strategi. (*) 

Editor : Nyoman Suarna
#tc #bali #polda #pssi #Proprov #spn #buleleng