BALIEXPRESS.ID- Kontingen Bangli gagal memenuhi target perolehan medali emas pada Porprov Bali 2025.
Dari target 20 medali emas yang dipatok KONI Bangli, mereka hanya mampu mengoleksi 18 emas.
Sekretaris Umum KONI Bangli, Achmad Agus Tahar, menjelaskan bahwa kegagalan tersebut tidak lepas dari beberapa cabang olahraga (cabor) yang meleset dari perkiraan.
Sejumlah cabor yang diproyeksikan sebagai penyumbang emas justru gagal mempertahankan prestasi Porprov Bali 2023.
Salah satunya karate, yang kali ini hanya menyumbangkan satu perak dan tujuh perunggu.
“Target awal itu, karate minimal dua emas,” ungkap Tahar dikonfirmasi pada Kamis (18/9/2025).
Hal serupa juga dialami cabor taekwondo yang pulang tanpa emas. Padahal, sebelumnya diperkirakan mampu meraih emas.
Hasil akhirnya, taekwondo hanya mempersembahkan dua perak dan tiga perunggu.
Meski demikian, ada cabor lain yang justru memberikan kejutan.
Tahar mencontohkan dansa yang sejak awal diprediksi sulit meraih emas karena persaingan ketat, ternyata berhasil menyumbang satu emas. Begitu juga dengan petanque yang sukses meraih dua emas.
Tahar menambahkan, meski gagal mencapai target, KONI Bangli patut berbangga karena perolehan medali emas kali ini meningkat dibandingkan Porprov Bali dua tahun lalu.
Saat itu, Bangli hanya mengoleksi 15 emas, sedangkan tahun ini mampu mengumpulkan 18 emas, meski hanya mengikuti 40 persen dari total nomor yang dipertandingkan.
Selain itu, Bangli juga meraih 15 perak dan 49 perunggu. Dengan tambahan tersebut, Bangli berhasil naik ke peringkat tujuh, dari sebelumnya berada di posisi delapan. (*)
Editor : I Made Mertawan