Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bali United Takluk di Kandang 1-3 dari PSIM Yogyakarta, Johnny Jansen Sangat Kecewa

I Made Mertawan • Minggu, 21 September 2025 | 20:40 WIB
Laga Bali United vs PSIM Yogyakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (20/9/2025).
Laga Bali United vs PSIM Yogyakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (20/9/2025).

BALIEXPRESS.ID- Bali United harus menelan pil pahit usai takluk 1-3 dari tim tamu, PSIM Yogyakarta, pada pekan ke-6 BRI Super League 2025/2026.

Laga yang berlangsung Sabtu (20/9/2025) malam di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar itu menjadi mimpi buruk bagi Serdadu Tridatu yang gagal mempertahankan keunggulan awal.

Tampil impresif sejak menit awal, Bali United sempat memimpin lebih dulu lewat gol penalti Mirza Mustafic pada menit ke-17.

Penalti diberikan setelah Video Assistant Referee (VAR) menyatakan adanya handball di kotak terlarang Laskar Mataram.

Namun, keunggulan itu tak bertahan lama. PSIM Yogyakarta berhasil menyamakan kedudukan melalui Raka Cahyana pada menit ke-33. Skor 1-1 menutup babak pertama.

Di paruh kedua, tim tamu semakin dominan. Ezequiel Vidal membawa PSIM berbalik unggul di penghujung babak kedua, tepatnya pada menit ke-79.

Tak sampai di sana, Anton Quinten menambah luka Bali United dengan gol penutup yang memastikan kemenangan 1-3 bagi skuad asuhan Van Gastel.

Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas hasil tersebut.

"Saya sangat kecewa dengan hasil pertandingan malam ini. Kami di babak pertama mampu menguasai pertandingan dan ada beberapa momen yang belum berani dilakukan oleh para pemain di lapangan. Lalu di babak kedua, kami harusnya bisa menambah gol dari peluang yang didapatkan oleh Ricky tetapi gagal. Tentu ini menjadi evaluasi untuk kami lebih baik di laga berikutnya,” ujar pelatih asal Belanda itu.

Menurut Jansen, kekompakan antarlini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Bali United musim ini, terutama kombinasi pemain muda dengan skuad asing.

“Situasi yang masih membutuhkan waktu dimana kami sedang membangun tim dengan pemain muda dan mendatangkan beberapa pemain asing dari Eropa. Terkadang bagus dan terkadang menurun dan itu wajar dalam sebuah tim. Yang utama saat ini adalah proses dan membutuhkan waktu agar tim ini semakin baik di laga berikutnya,” jelasnya.

Hasil minor di kandang membuat Bali United semakin tertatih di awal musim.

Dari enam laga, Fadil Sausu dkk baru mengoleksi satu kemenangan, tiga kali imbang, dan dua kali kalah.

Pekan depan, Serdadu Tridatu dijadwalkan tandang ke markas Semen Padang FC.

Jansen berharap timnya bisa bangkit dan membawa pulang poin dari Stadion Haji Agus Salim, tempat bersejarah yang pernah mengantar Bali United meraih gelar Liga 1 pada 2019 silam. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali united #psim yogyakarta #Johnny Jansen