BALIEXPRESS.ID - Kabupaten Buleleng menorehkan sejarah manis di panggung olahraga nasional.
Untuk SEA Games 2025 di Thailand, 9–20 Desember mendatang, tujuh atlet asal Buleleng resmi memperkuat kontingen Indonesia.
Jumlah ini melonjak dua kali lipat dibanding event sebelumnya yang hanya mengirim tiga atlet.
Ketua Umum KONI Buleleng, I Ketut Wiratmaja, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah nyata dari pembinaan yang berkelanjutan.
“Dengan tujuh atlet yang lolos ke SEA Games, kita bisa melihat bahwa mereka sudah mampu bersaing di level dunia. Beberapa di antara mereka juga sudah malang melintang memperkuat Indonesia di sejumlah negara,” ujarnya, Senin (8/12/2025).
Di antara para atlet tersebut, nama Desak Made Rita Kusuma Dewi memang paling mencuri perhatian.
Atlet panjat tebing yang sukses tampil di Olimpiade itu kembali menunjukkan dominasinya dengan meraih medali emas di Kejurnas belum lama ini.
Ketangguhannya pada nomor speed telah membawa Desak menjadi salah satu sprinter vertikal tercepat di Asia.
Potensinya di SEA Games 2025 dinilai sangat besar. Dengan pengalaman kompetisi di panggung internasional serta konsistensi catatan waktunya, Desak digadang-gadang menjadi salah satu tumpuan medali emas bagi Indonesia.
“Mentalnya sudah kelas dunia. Desak sangat siap,” tegas Wiratmaja.
Dari lapangan kriket, Buleleng mengirimkan dua atlet, Lie Qiau dan I Gede Teguh Prantha Wiguna.
Keduanya sudah berada di Thailand sejak pekan lalu untuk adaptasi awal.
Lie Qiau, yang dikenal memiliki kemampuan batting stabil, menjadi tulang punggung tim putri dalam mengamankan poin.
Sementara Teguh, yang punya kecepatan lemparan di atas rata-rata, menjadi senjata utama tim putra pada sektor bowling.
Dua atlet ini sebelumnya telah meraih pengalaman internasional lewat sejumlah turnamen Asia.
“Mereka punya kombinasi yang komplet: ketahanan, fokus, dan jam terbang,” kata Wiratmaja.
Cabang woodball menjadi penyumbang atlet terbanyak dari Buleleng, dengan tiga nama sekaligus, I Gede Prabawa Darma Nugraha Mapet, Gusti Putu Eddy Supriyadinata, dan Ni Luh Made Tahlia Saraswati.
Ketiganya bukan nama asing di arena kayu-pukulan ini. Prabawa dikenal memiliki akurasi tinggi pada nomor fairway, sementara Eddy memiliki kekuatan pukulan yang stabil dan konsisten.
Tahlia, atlet muda dengan perkembangan pesat, menjadi harapan baru untuk nomor putri berkat teknik swing yang halus dan ritme permainan yang rapi.
Ketiga atlet ini dijadwalkan berangkat lebih awal untuk menyesuaikan diri dengan cuaca dan kontur lapangan di Thailand.
“Woodball sangat sensitif terhadap angin dan permukaan. Adaptasi lebih awal sangat krusial agar mereka bisa bermain dengan ritme terbaik,” ujar Wiratmaja.
Satu nama lain yang mengisi daftar kebanggaan Buleleng adalah Kadek Sintadwi Maharani, atlet baseball yang dikenal memiliki stamina luar biasa.
Maharani adalah tipe pemain serba bisa, dengan kemampuan bertahan yang disiplin serta refleks cepat saat menangkap maupun memukul bola.
Keikutsertaannya di SEA Games menjadi babak baru dalam kariernya, sekaligus potensi besar bagi Indonesia untuk memperkuat kedalaman tim.
Untuk memperkuat kesiapan para atlet, KONI Buleleng menyiapkan dukungan transportasi minimal Rp 5 juta per atlet sambil menunggu keputusan resmi dari KONI Pusat.
Dukungan ini sejalan dengan tema Muskorkab tahun ini, Membangun olahraga prestasi dunia dari Kabupaten Buleleng.
Wiratmaja menekankan bahwa keikutsertaan tujuh atlet ini harus menjadi momentum penting bagi kebangkitan prestasi olahraga Buleleng.
“Semoga tahun ini menjadi tahun keemasan mereka dan mampu membawa pulang medali emas untuk Indonesia,” tutupnya. (*)
Editor : I Made Mertawan