Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Lana Lauditha, Remaja Buleleng yang Menggebrak Asia dari Lapangan Sederhana

Dian Suryantini • 2026-03-24 13:02:01
Kadek Lana Lauditha, atlet Pickleball Buleleng
Kadek Lana Lauditha, atlet Pickleball Buleleng

SINGARAJA, BALI EXPRESS — Nama Kadek Lana Lauditha mendadak jadi buah bibir. Remaja asal Buleleng ini berhasil menorehkan prestasi membanggakan di ajang World Pickleball Championship (WPC) Asia 2026 yang berlangsung di Thailand pada 10–16 Maret lalu. Di tengah persaingan ketat antarnegara Asia, Lana tampil gemilang dan sukses menyabet gelar juara pertama pada nomor mix U-18.

Kemenangan ini bukan sekadar soal medali. Lana menunjukkan bahwa talenta dari daerah juga mampu berbicara di panggung internasional. Ia bahkan harus menghadapi tekanan saat berhadapan dengan atlet tuan rumah Thailand di partai final. Namun, dengan ketenangan dan teknik yang matang, Lana mampu keluar sebagai pemenang.

Di balik pencapaian tersebut, ada proses panjang yang tidak instan. Pelatih pickleball Buleleng, A.A. Ngurah Tember Angganatha, mengungkapkan bahwa Lana telah digembleng sejak Agustus 2023. Selama hampir dua tahun lebih, latihan demi latihan dilalui dengan disiplin tinggi.

“Lana itu tipe atlet yang tidak banyak alasan. Datang latihan tepat waktu, fokus, dan selalu ingin berkembang. Itu yang membuat progresnya sangat cepat,” ujar Angganatha saat dikonfirmasi, Selasa (24/3).

Lana, yang lahir pada 29 Desember 2009, memang dikenal sebagai sosok pekerja keras. Di usianya yang masih belia, ia sudah mampu menjaga konsistensi latihan, sesuatu yang tidak mudah bagi remaja seusianya. Kombinasi antara bakat, kerja keras, dan mental bertanding yang kuat menjadi kunci keberhasilannya menaklukkan lawan-lawannya di kejuaraan tersebut. 

Meski telah mengukir prestasi di level Asia, perjalanan Lana masih jauh dari kata selesai. Ia kini membidik target yang lebih tinggi. Salah satunya adalah mengikuti seleksi Pickleball Championship League (PCL). Jika berhasil lolos, peluang untuk bertanding di China pun terbuka lebar.

Namun, di balik prestasi yang membanggakan, masih ada cerita lain yang tak kalah penting: keterbatasan fasilitas. Hingga kini, Lana dan tim pickleball Buleleng masih harus menumpang berlatih di lapangan SMAN 2 Singaraja. Belum adanya lapangan khusus pickleball menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.

“Kami berharap ada perhatian lebih, terutama terkait sarana dan prasarana. Saat ini kami masih numpang latihan di sekolah,” ungkap Angganatha.

Kondisi ini tentu menjadi ironi. Di satu sisi, atletnya mampu berbicara di tingkat internasional. Di sisi lain, fasilitas latihan masih sangat terbatas. Apalagi, Kabupaten Buleleng direncanakan menjadi tuan rumah Porprov Bali 2027, yang seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat infrastruktur olahraga.

Ketua Pengkab Pickleball Buleleng, Gede Dody Sukma, menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi atlet seperti Lana. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti bahwa pickleball memiliki potensi besar untuk berkembang di daerah.

“Ini bukti bahwa kita bisa. Tinggal bagaimana pembinaan dan dukungan itu terus ditingkatkan. Kami akan terus mendorong pembibitan atlet melalui berbagai event, baik daerah, nasional, hingga internasional,” ujarnya. ***

 

 

 

Editor : Dian Suryantini
#thailand #Asia Afrika #pickleball #buleleng