10 Atlet FAJI Buleleng Berebut Tempat di Tim Inti Bali Menuju PON 2028

Dian Suryantini • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 07:54 WIB
Atlet FAJI yang akan bertanding di Kejurnas Arung Jeram 2026. (Ist)
Atlet FAJI yang akan bertanding di Kejurnas Arung Jeram 2026. (Ist)

BALIEXPRESS.ID- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram 2026 menjadi momentum penting bagi Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Buleleng.

Bukan hanya untuk mengejar medali, tetapi juga membuka peluang bagi atlet-atlet Buleleng menembus kerangka inti tim arung jeram Bali yang diproyeksikan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Sebanyak 10 atlet FAJI Buleleng, terdiri atas lima putra dan lima putri, mendapat kepercayaan mengikuti Training Camp (TC) bersama Pengprov FAJI Bali. TC berlangsung selama 18 hari, mulai 5 hingga 22 September 2026.

Baca Juga: Kebakaran Hebat di Tejakula, 7 Ruko dan 1 Rumah Ludes Terbakar Malam Hari

Setelah menjalani pemusatan latihan, para atlet akan bersaing dalam Kejurnas Arung Jeram 2026 yang berlangsung 23-28 September di Sungai Bongkasa, Kabupaten Badung.

Mereka akan bergabung dengan sekitar 57 atlet dari berbagai kabupaten/kota di Bali yang mengikuti proses pembentukan tim terbaik Pulau Dewata.

Pelepasan 10 atlet tersebut dilakukan Ketua Harian KONI Buleleng, I Putu Nova Anita Putra, di Ruang Rapat KONI Buleleng, Rabu (2/9/2026).

Baca Juga: Nany Widjaja Wajib Tanggungjawab Kerugian PT JFC Rp 21 M hingga Harta Pribadi

Hadir dalam kegiatan itu jajaran pengurus FAJI Buleleng serta para atlet yang akan mengikuti TC.

Ketua Umum FAJI Buleleng, H. Wahjoedi, mengatakan masuknya 10 atlet Buleleng dalam TC merupakan kesempatan untuk menunjukkan kualitas sekaligus memperjuangkan posisi dalam komposisi utama tim Bali.

Baca Juga: Dua Desa di Klungkung Kekurangan Calon Perbekel, Berpotensi Kotak Kosong

“10 atlet patriot terbaik arung jeram Kabupaten Buleleng dipercaya untuk masuk training camp pembentukan tim terbaik bagi Bali yang akan turun pada Kejuaraan Nasional Arung Jeram. Mohon doanya, mudah-mudahan tim ini tetap sehat, fokus, dan berjuang dengan totalitas,” ujar Wahjoedi.

Menurut dia, TC tidak boleh dipandang sekadar sebagai agenda latihan bersama. Para atlet harus mampu memanfaatkan setiap sesi latihan untuk meningkatkan kemampuan teknis, kekompakan tim, fisik, serta mental bertanding.

Persaingan dalam TC akan menentukan siapa saja yang nantinya dipercaya memperkuat tim Bali.

FAJI Buleleng juga memasang target jangka panjang. Para atlet yang mengikuti TC diharapkan tidak berhenti pada Kejurnas 2026, tetapi mampu masuk dalam kerangka pembinaan menuju PON 2028.

Wahjoedi meminta seluruh atlet menjaga kedisiplinan selama menjalani pemusatan latihan.

Kondisi fisik juga menjadi perhatian karena arung jeram membutuhkan daya tahan, kecepatan, koordinasi, serta kemampuan mengambil keputusan dalam waktu singkat.

Pada Kejurnas 2026, kategori yang dipertandingkan adalah R4 dengan empat disiplin, yakni sprint, head to head, slalom, dan down river race. Kompetisi dibagi dalam kelompok usia U19, U23, dan open, masing-masing untuk putra dan putri.

Sementara itu, I Putu Nova Anita Putra menilai kesempatan yang diperoleh 10 atlet tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal.

Menurutnya, FAJI Buleleng memiliki modal dari sisi organisasi maupun pola pembinaan yang selama ini telah berjalan.

“Kami berharap atlet-atlet FAJI Kabupaten Buleleng mampu memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Buleleng, dari Kejurnas mampu memberikan medali dan mengharumkan nama Buleleng. Saya meyakini itu karena selama ini saya sudah mengikuti bagaimana eksistensi organisasinya dan pola-pola latihan yang telah dilakukan,” katanya.

Bagi FAJI Buleleng, hasil Kejurnas nantinya juga memiliki arti strategis. Prestasi di tingkat nasional dapat menjadi bukti konkret perkembangan organisasi yang saat ini masih berstatus calon anggota KONI Buleleng.

Nova berharap capaian para atlet dapat memperkuat posisi FAJI Buleleng dalam proses keanggotaan KONI pada rapat kerja kabupaten berikutnya.

Oleh karena itu, perjuangan 10 atlet di TC dan Kejurnas 2026 bukan hanya membawa nama pribadi dan organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun masa depan arung jeram Buleleng. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
Kejurnas Arung Jeram PON 2028 buleleng