BALIEXPRESS.ID - Penyerang anyar Persija Jakarta, Alexander Jeremejeff, enggan jemawa meski mencatatkan awal musim yang impresif di BRI Super League 2026/2027. Pemain asal Swedia tersebut sukses mencetak dua gol dari dua laga awal, masing-masing ke gawang Borneo FC dan Persib Bandung.
Kendati langsung menjadi mesin gol andalan Macan Kemayoran, penyerang berusia 32 tahun itu mengaku masih menjalani proses adaptasi, terutama dengan kondisi cuaca di Indonesia.
Proses Adaptasi dan Chemistry Tim
Ketajaman Jeremejeff di lini depan terbukti menjadi solusi bagi Persija dalam membongkar pertahanan rapat tim-tim kuat. Namun, ia merasa penampilannya masih bisa ditingkatkan seiring berjalannya waktu.
"Saya masih merasa butuh waktu lebih untuk beradaptasi. Tapi awalnya sangat menyenangkan. Saya tidak bisa bilang mudah, tapi saya merasa sangat disambut dengan baik. Taktik dan apa yang diinginkan pelatih dari saya sudah sangat jelas," ujar Jeremejeff dalam konferensi pers, Sabtu (19/9).
Ia menambahkan bahwa fokus utamanya saat ini adalah membangun chemistry yang lebih solid bersama rekan-rekan setimnya. "Saya hanya butuh lebih banyak waktu bersama rekan-rekan setim dan tim, serta untuk menyesuaikan diri dengan cuaca, dan saya rasa segalanya akan menjadi lebih baik lagi," lanjutnya.
Laga Tandang Rasa Kandang di Stadion Dipta
Persija Jakarta kembali harus mengungsi untuk melakoni laga kandang pekan ketiga menghadapi Java United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (19/9) malam WIB. Hal ini terjadi lantaran Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dipersiapkan untuk agenda Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, sementara Jakarta International Stadium (JIS) digunakan untuk konser musik The Weeknd.
Meskipun pertandingan di Gianyar dipastikan digelar tanpa penonton, Jeremejeff berjanji akan memberikan performa 100 persen demi memanjakan Jakmania yang mendukung dari rumah.
"Kami ingin membuat mereka bangga. Tentu saja, kami ingin menang. Suasananya sangat bagus, jadi kami akan turun ke lapangan dan mengerahkan kemampuan 100 persen," tegasnya.