Bupati Cup 2026 Jadi Ajang PSSI Buleleng Jaring Talenta untuk Porprov Bali

Dian Suryantini • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 07:14 WIB
Suasana technical meeting di Sekretariat PSSI Buleleng. (Ist)
Suasana technical meeting di Sekretariat PSSI Buleleng. (Ist)

BALIEXPRESS.ID – Delapan klub sepak bola dari tiga kasta kompetisi lokal siap bersaing dalam Kejuaraan Bupati Cup 2026 yang digelar Askab PSSI Buleleng.

Turnamen antarklub elite Bali Utara ini berlangsung selama 12 hari, mulai 11 hingga 22 Oktober 2026, di Stadion Mayor Metra, Singaraja.

Selain memperebutkan gelar juara, ajang tahunan ini punya misi penting, yaitu menjaring pemain terbaik yang akan diproyeksikan membela Buleleng di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali.

Baca Juga: John Herdman Bangga Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puji Suporter dan Emil Audero

Ketua Umum Askab PSSI Buleleng, Gede Suyasa, menyebut turnamen ini bagian dari program yang diarahkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Buleleng.

“Setiap tahun kami menjalankan program Kejuaraan Bupati Cup ini,” ujarnya, Senin (5/10/2026).

Dari undangan yang disebar panitia, empat klub Liga 1 PSSI Buleleng menyatakan siap bertanding, yakni Amartha FC Patas, Putra Devata Pakisan, Putra Kubutambahan FC, dan Satria Muda Pengulon.

Baca Juga: Dari Koran Bekas Jadi Kerajinan, Karya Luh Rusmiati Tembus Jepang dan Afrika

Liga 2 diwakili Teja Harum Tejakula dan Tunas Harapan Pengastulan. Adapun Liga 3 diwakili Intan Jaya FC Celukan Bawang dan Sukla Bali FC Sumberklampok.

Menurut Suyasa, pelibatan klub dari tiga divisi bukan tanpa alasan. Panitia mempertimbangkan kesiapan klub serta kedalaman talenta lokal.

Baca Juga: Menantu Gasak Uang dan Perhiasan di Rumah Mertua, Puntung Rokok Jadi Kunci Pengungkapan

Selisih kualitas teknis pemain di papan atas ketiga divisi dinilai tidak terlalu jauh.

“Jangan-jangan ada pemain yang sangat potensial di Liga 2 dan Liga 3 yang justru luput jika tidak diundang,” katanya. Dengan begitu, jangkauan pencarian bakat menjadi lebih luas.

Tim pemandu bakat memang turut memantau turnamen independen yang digelar komunitas maupun kelompok masyarakat.

Bupati Cup tetap menjadi barometer prioritas dalam menentukan pemain tim daerah Buleleng.

Bagi para pemain, turnamen ini menjadi kesempatan emas untuk unjuk kemampuan di hadapan tim pemandu bakat, terlepas dari divisi klub yang mereka bela.

Di sisi lain, Bupati Cup juga menjadi ujian bagi pembinaan klub-klub internal PSSI Buleleng.

Suyasa tak menampik, kekalahan klub Liga 1 dari wakil Liga 2 atau Liga 3 akan menjadi catatan serius.

“Itu menjadi tamparan gengsi. Artinya proses pembinaan di klub tersebut kurang kontinyu,” tegasnya.

Hasil turnamen, lanjut dia, akan menjadi bahan evaluasi agar klub kasta utama tidak mengendurkan pola pembinaan.

Meski demikian, Suyasa menekankan bahwa gengsi bukan tujuan utama. “Fokus utama kami adalah mendapatkan bibit pemain terbaik untuk Buleleng,” ungkapnya.

Dengan semangat tersebut, Askab PSSI Buleleng berharap Bupati Cup 2026 melahirkan talenta-talenta segar yang siap mengharumkan nama Buleleng di Porprov Bali mendatang. (*)

Editor : I Made Mertawan
PSSI Buleleng bupati cup Porprov Bali