BALIEXPRESS.ID – Perjalanan Como 1907 menembus panggung elite sepak bola Eropa menjadi salah satu kisah kebangkitan paling menarik di Italia. Klub asal Lombardia yang pernah dua kali mengalami kebangkrutan dan terpuruk hingga Serie D itu kini berkembang menjadi kekuatan baru di bawah pengelolaan pengusaha Indonesia, Mirwan Suwarso, bersama dukungan Grup Djarum.
Menariknya, ambisi membangun klub besar Eropa bukanlah tujuan awal ketika Como 1907 diakuisisi pada April 2019. Proyek tersebut justru berawal dari gagasan sederhana yang berkaitan dengan program televisi dan pembinaan pemain muda Indonesia.
Seiring waktu, rencana itu berubah menjadi proyek bisnis dan olahraga yang lebih besar. Como berhasil melewati berbagai tingkat kompetisi, kembali ke Serie A setelah penantian 21 tahun, hingga mencatatkan pencapaian bersejarah dengan menembus Liga Champions musim 2026/2027.
Como 1907 Bangkit Setelah Dua Kali Bangkrut
Como 1907 bukan klub yang sejak awal dikenal sebagai raksasa sepak bola Italia. Klub berjuluk I Lariani tersebut justru memiliki sejarah panjang yang diwarnai persoalan finansial dan keterpurukan di kompetisi domestik.
Pada 2017, Como harus berjuang dari Serie D setelah mengalami masa sulit yang mengancam keberlangsungan klub. Titik balik datang pada April 2019, ketika Sent Entertainment, perusahaan di bawah Grup Djarum asal Indonesia, mengambil alih kepemilikan klub.
Nilai akuisisi tersebut dilaporkan sekitar 850 ribu euro atau setara Rp13,5 miliar hingga Rp14 miliar berdasarkan kurs saat itu.
Di bawah kepemimpinan Mirwan Suwarso sebagai presiden klub, Como mulai menjalani transformasi secara bertahap. Pembenahan tim, pengembangan infrastruktur, pembinaan pemain, dan perencanaan bisnis menjadi bagian dari strategi untuk mengembalikan klub ke level tertinggi sepak bola Italia.
Hasilnya mulai terlihat melalui promosi ke Serie C, kemudian Serie B. Pada 2024, Como finis sebagai runner-up Serie B dan memastikan tiket promosi ke Serie A musim 2024/2025, sekaligus mengakhiri penantian selama 21 tahun.
Awalnya Dibeli untuk Mendukung Proyek Televisi
Di balik kebangkitan Como, terdapat gagasan awal yang tidak banyak diperkirakan orang. Mirwan Suwarso mengungkapkan bahwa pembelian klub tersebut pada mulanya berkaitan dengan kebutuhan produksi konten televisi yang melibatkan pemain muda Indonesia.
Gagasan itu berhubungan dengan Garuda Select, program pembinaan pemain muda Indonesia yang memberikan kesempatan kepada para pemain untuk berlatih dan menghadapi tim-tim akademi di Inggris.
Program tersebut tidak hanya bertujuan mengembangkan kemampuan pemain, tetapi juga menjadi tayangan yang menarik bagi penonton di Indonesia.
Alih-alih terus mengeluarkan biaya untuk menyewa fasilitas dan mengatur akomodasi, muncul gagasan untuk membeli klub kecil di Italia. Klub itu diharapkan dapat menjadi bagian dari kegiatan operasional sekaligus mendukung kebutuhan pengambilan gambar.
Dalam wawancara dengan ESPN, Mirwan menjelaskan bahwa gagasan tersebut muncul ketika stasiun televisi tempatnya bekerja kehilangan hak siar Liga Italia.
Saat itu, mereka telah memiliki program yang membawa pemain muda Indonesia, termasuk pemain tim nasional, untuk berlatih di Birmingham dan bertanding melawan tim-tim akademi di Inggris.
Menurut Mirwan, membeli klub Italia dan menempatkan para pemain di sana sempat dipandang sebagai gagasan yang menarik.
Lantas, mengapa Como yang dipilih?
Mirwan menjelaskan bahwa lokasi menjadi salah satu pertimbangan utama. Mereka mencari kota yang dekat dengan Milan agar urusan logistik dan produksi konten lebih mudah, tanpa harus berinvestasi di kota-kota besar seperti Roma.
Como akhirnya terpilih, meskipun pada awalnya klub tersebut belum diproyeksikan menjadi peserta kompetisi elite Eropa.
Promosi Mengubah Rencana Mirwan Suwarso
Rencana awal tersebut mulai berubah ketika Como menunjukkan perkembangan lebih cepat daripada perkiraan. Hanya beberapa bulan setelah akuisisi, klub berhasil promosi ke Serie C dan memasuki kompetisi profesional.
Mirwan mengaku tidak menyangka perubahan itu terjadi begitu cepat. Promosi tersebut membuat konsep awal yang berkaitan dengan penempatan pemain Indonesia harus disesuaikan dengan regulasi kompetisi dan kebutuhan klub.
Dalam wawancaranya dengan ESPN, Mirwan menjelaskan bahwa gagasan awal akhirnya berkembang menjadi serial dokumenter yang dapat disaksikan melalui YouTube.
Perjalanan Como berlanjut hingga mereka menjuarai Serie C musim 2020/2021 dan promosi ke Serie B. Namun, naik kasta juga berarti meningkatnya kebutuhan biaya operasional, investasi pemain, dan pengembangan infrastruktur.
Situasi tersebut mendorong Grup Djarum mengevaluasi arah pengelolaan Como. Klub tidak bisa hanya mengandalkan hasil pertandingan, tetapi juga harus membangun bisnis yang mampu menopang pertumbuhan jangka panjang.
Mirwan mengungkapkan bahwa pemilik klub kemudian melihat dua pilihan: menjual Como untuk mendapatkan kembali investasi atau mengembangkannya menjadi bisnis yang menguntungkan dan memberikan manfaat lebih luas bagi grup.
Dari sinilah pendekatan pengelolaan Como mulai berubah. Klub tidak lagi sekadar menjadi bagian dari proyek televisi, tetapi berkembang menjadi investasi jangka panjang yang menggabungkan sepak bola, hiburan, dan sektor komersial.
Danau Como Jadi Kekuatan Bisnis Klub
Salah satu keunggulan Como 1907 adalah lokasinya di kawasan Danau Como, destinasi wisata terkenal di Italia yang menarik pengunjung dari berbagai negara.
Potensi tersebut menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan klub. Mirwan menyadari bahwa pemasukan dari tiket pertandingan dan penjualan merchandise saja tidak cukup untuk menopang ambisi Como dalam jangka panjang.
Karena itu, manajemen berupaya menghubungkan pengalaman menonton sepak bola dengan daya tarik pariwisata. Pengunjung tidak hanya datang untuk menyaksikan pertandingan, tetapi juga menikmati panorama dan berbagai aktivitas wisata di kawasan Danau Como.
Dalam wawancara dengan ESPN, Mirwan menekankan bahwa klub harus menjadi bagian dari destinasi yang ingin dikunjungi orang untuk menikmati hiburan sekaligus menonton sepak bola.
Ia juga menyebut jumlah wisatawan di kawasan tersebut meningkat dari perkiraan sekitar 1,9 juta orang pada 2019 menjadi 5,6 juta pada tahun sebelumnya, berdasarkan penjelasannya dalam wawancara itu.
Namun, Mirwan tidak mengklaim pertumbuhan tersebut sepenuhnya berkat Como 1907. Popularitas Danau Como juga didukung berbagai faktor, termasuk kehadiran tokoh-tokoh internasional yang memiliki hubungan dengan kawasan tersebut.
Strategi ini memberi Como peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Klub dapat membangun keterikatan dengan wisatawan dan penggemar internasional, sekaligus memperkuat nilai komersialnya di luar pertandingan.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kebangkitan Como tidak hanya bertumpu pada performa tim, tetapi juga pada upaya membangun ekosistem bisnis yang berkaitan dengan identitas dan daya tarik kota.
Como 1907 Cetak Sejarah di Liga Champions 2026/2027
Setelah kembali ke Serie A pada musim 2024/2025, Como 1907 mampu mempertahankan posisinya dengan finis di peringkat ke-10 dan mengumpulkan 49 poin.
Perkembangan itu berlanjut pada musim berikutnya. Como berhasil finis di posisi keempat, sehingga memperoleh tiket untuk tampil di Liga Champions 2026/2027.
Pencapaian tersebut menjadi tonggak bersejarah bagi klub yang beberapa tahun sebelumnya masih berjuang di kompetisi kasta bawah Italia.
Perjalanan Como di Liga Champions juga menarik perhatian setelah mereka mencatatkan hasil impresif pada fase awal kompetisi. Berdasarkan catatan yang disampaikan dalam laporan ini, Como menang 4-1 atas RB Leipzig, kemudian kalah 2-3 dari Feyenoord.
Pada pertandingan berikutnya, Como kembali mencuri perhatian dengan mengalahkan Manchester United 4-1 di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada matchday ketiga.
Hasil tersebut semakin memperkuat sorotan terhadap perkembangan klub di bawah kepemimpinan Mirwan dan arahan pelatih Cesc Fabregas.
Bagi para pendukung, keberhasilan menembus Liga Champions terasa seperti mimpi yang sulit dibayangkan beberapa tahun sebelumnya. Klub yang pernah menghadapi kebangkrutan kini berkesempatan bersaing dengan tim-tim besar Eropa di kompetisi antarklub paling bergengsi.
Siapa Mirwan Suwarso, Presiden Como 1907 Asal Indonesia?
Keberhasilan Como 1907 turut mengangkat nama Mirwan Suwarso, pengusaha asal Madiun, Jawa Timur, yang memiliki pengalaman panjang di bidang kreatif, perfilman, penyiaran, dan olahraga.
Lahir pada 18 Februari 1971, Mirwan pernah terlibat dalam pengelolaan Persikabo bersama adiknya pada periode 2000–2002. Setelah itu, ia meniti karier di industri periklanan dan perfilman, termasuk menjadi account director di Saatchi & Saatchi pada 2001–2003 serta memimpin Destiny Films pada 2007.
Pengalamannya di sektor olahraga dan hiburan berlanjut melalui MSP Entertainment dan keterlibatannya dalam pengelolaan Super Soccer TV bersama Grup Djarum pada 2010–2022. Ia juga pernah menjabat sebagai CEO Mola TV pada 2020–2025, dengan fokus pada pengembangan konten olahraga internasional, termasuk Liga Inggris.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting ketika Mirwan dipercaya memimpin Como 1907. Pemahaman tentang sepak bola, produksi konten, dan bisnis hiburan membantu membentuk pendekatan pengelolaan klub yang tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan.
Kisah Como juga memperlihatkan bagaimana sebuah proyek yang awalnya sederhana dapat berkembang menjadi ambisi besar ketika peluang baru muncul dan strategi disesuaikan.
Dari gagasan yang berkaitan dengan program televisi dan pemain muda Indonesia, Como 1907 kini menjelma menjadi klub yang diperhitungkan di sepak bola Italia.
Perjalanan itu tidak semata-mata tentang keberhasilan Mirwan Suwarso atau dukungan finansial Grup Djarum. Di baliknya terdapat proses panjang yang mencakup investasi, pengembangan tim, pengelolaan bisnis, serta pemanfaatan potensi pariwisata.
Kebangkitan Como 1907 menjadi contoh bagaimana strategi olahraga dan bisnis dapat berjalan beriringan. Namun, tantangan berikutnya tetap besar: mempertahankan daya saing di level Eropa sekaligus memastikan pertumbuhan klub berlangsung secara berkelanjutan.
Editor : I Putu Suyatra